Mengenal Gejala Kerusakan Tanaman Hias Akibat Serangan Hama

Kerusakan yaitu kehilangan yang dirasakan oleh tanaman akibat serangan OPT antara lain dalam bentuk penurunan kuantitas dan kualitas produksi. Kerusakan merupakan kondisi abnormal yang terjadi pada tanaman akibat serangan hama,yang dalam kondisi tersebut menyebabkan tanaman mengalami penurunan kapasitas produksi.

Macam-macam hama pada tanaman hias

Yang dimaksud dengan hama adalah hewan pengganggu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbedabeda. Setiap hama memiliki cara penanggulangan tersendiri. Berikut ini beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman, antara lain:

1) Kutuputih/kutu kebul

Kutu ini lebih banyak menyerang mawar, melati, aglaonema, anggrek dll, di daratan rendah dibanding dengan di dataran tinggi. Kutu putih merupakan hama yang paling banyak ditemui menyerang tanaman hias. Kehadirannya cukup mudah dideteksi. Mereka bergerombol di batang, daun, ketiak daun, bawah daun sampai pucuk daun. Disebut kutu putih karena warnanya yang terlihat putih sebab adanya semacam serbuk berwarna putih yang menyelimuti tubuhnya.

2) Ulat

Ulat sebagai salah satu hama yang dapat menyerang daun, diantaranya jenis psodoptera sp, yang serangannya ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir. Disamping itu ada juga ulat yang menyerang batang, yaitu noctuidae. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan mengambil ulat secara mekanis. Apabila jumlahnya sudah cukup banyak, ulat dapat dibasmi dengan menyemprotkan insektisida, setiap 2 minggu sekali.

Baca Juga :  Coba Simulasi UP PPG Daljab Online Gratis

3) Belalang

Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat, yaitu daun menjadi rombeng. Hama ini agak susah untuk dikemdalikan. Kebiasaanya yang meloncat dan berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya.

4) Tungau/Kutu perisai

Hama ini menyerang bagian daun. Biasanya terdapat koloni dalam kutu ini dengan membentuk barisan di bagian tulang daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada punggungnya. Kutu perisai dapat diatasi menggunakan insektisida sistemik dengan bahan aktif acephate.

5) Root mealy bugs

Hama ini menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih dengan mengisap cairan pada akar tanaman.

6) Kutu sisik

Penyerang banyak dijumpai pada bagian daun, pelepah, batang, dan bunga. Bentuk hama sisik yaitu seperti lintah namun ukurannya jauh lebih kecil. Serangan dari kutu sisik dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu, dan pada akhirnya tanaman mati

7) Tungau (Thrips)

Bentuk hama tungau yaitu seperti lintah dengan ukuran yang kecil dan tempat hidupnya melekat kuat dibalik daun serta pelepah tanaman yang diserangnya.

8) Keong tanpa cangkang

Bentuk hama ini menyerupai siput tetapi berukuran kecil tetapi tidak mempunyai cangkang. Geraknya lambat dan jangkauan wilayah serangannya lebih sempit/kecil dibandingkan dengan keong bercangkang.

9) Aphid

Aphid berupa serangga kecil yang bentuknya seperti buah pear, berwarna hijau dan ada yang coklat. Aphid menyerang tanaman dengan jalan mengisap cairan tanaman sehingga menyebabkan daun menjadi keriting, tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan menjadi kerdil. Pada saat menyerang tanaman, aphid juga mengeluarkan cairan seperti madu yang akan berubah menjadi jelaga hitam.

Baca Juga :  Apa Ciri-Ciri Interval Nada, Materi Untuk Siswa Kelas 6 SD

10) Spider mite

Hama ini termasuk dalam keluarga laba-laba yang berbentuk kecil dan berwarna coklat kemerahan. Adapun penyerangannya dapat menyebabkan kerusakan tanaman akibat tanaman menjadi kotor dan pertumbuhannya terganggu.

11) Fungus gnats

Merupakan serangga yang berbentuk seperti nyamuk dan berwarna hitam. Hama dewasa dan larvanya dapat menyerang tanaman sehingga menyebabkan kerusakan pada tanaman. Adapun larvanya berbentuk seperti cacing yang biasanya hidup di dalam media tanam dan sering makan akar halus tanaman. Sedangkan Fungus gnats dewasa serangannya yaitu dengan merusak seludang bunga.

12) Cacing

Cacing liang (radhopolus Similis), merupakan hama yang biasanya menyerang tanaman dengan jalan menghisap cairan pada akar tanaman.

Gejala yang ditimbulkan

1) Kutu putih/kutu kebul

Kutu putih mengisap cairan daun, sehingga menyeb abkan daun menjadi kisut. Kutu putih juga mengeluarkan semacam cairan “madu” yang lama kelamaan akan berubah menjadi jelaga berwarna hitam di permukaan daun. Selain mengakibatkan kerusakan pada tanaman, kutu putih juga bisa menularkan virus dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain.

2) Ulat Daun

Gejala serangan Spodoptera sp, ditandai dengan daun muda atau setengah tua yang rombeng dari pinggir. Ada juga ulat yang menyerang batang, yaitu Noctuidae.

3) Belalang

Gejala penyerangan hama belalang ini sama dengan ulat, yaitu daun menjadi rombeng. Hama ini dapat ditanggulangi dengan penangkapan secara manual. Belalang yang belum bersayap segera dapat ditangkap, pada saat kondisi masih pagi dan cukup berembun, maka biasanya belalang tidak dapat terbang dengan sayap basah.

4) Tungau/ Kutu perisai

Hama ini menyerang bagian daun. Kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada punggungnya.

Baca Juga :  Twibbon Nuzulul Quran Ramadhan 2021 Keren

5) Root mealy bugs

Gejala: menempel pada pelepah daun; berwarna kemerahan jumlahnya banyak; bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. Hama ini menyerang bagian akar tanaman, sehingga. Tanaman menjadi kurus, kerdil, daunnya mengecil, dan layu.

6) Kutu sisik

Menyerang bagian daun, pelepah, batang, dan bunga. Bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang jauh lebih kecil. Kutu sisik dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu, dan akhirnya mati

7) Tungau (Thrips)

Tungau berbentuk seperti lintah dengan ukuran yang kecil dan melekat kuat dibalik daun serta pelepah tanaman. Thrips akan menghisap cairan tanaman sehingga akan membuat daun mengerut, menguning, kisut dan bahkan akhirnya mati.

8) Keong tanpa cangkang

Keong tanpa cangkang aktif di malam hari, makanya pengendalian mekanis bisa dilakukan di malam hari.

9) Aphid

Aphid mengisap cairan tanaman, sehingga menyebabkan daun menjadi keriting, tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan menjadi kerdil. Aphid juga mengeluarkan cairan seperti madu yang akan berubah menjadi jelaga hitam.

10) Spider mite

Spider mite juga mengisap cairan pada tanaman. Serangan hama ini mengakibatkan daun berwarna kuning, kemudian muncul bercakbercak pada bagian yang diisap cairannya. Serangan spider mite secara besar bisa mengakibatkan daun habis dan tanaman mati.

11) Fungus gnats

Sering makan akar halus tanaman. Fungus gnats dewasa merusak seludang bunga, dengan gejala serangan munculnya bintik-bintik hitam pada seludang bunga

12) Cacing

Gejala tanaman yang terserang hama ini adalah tanaman menjadi lambat tumbuh dan kerdil serta menghasilkan bunga yang kecil.