Pemerintah terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan ramah lingkungan melalui berbagai program dan kolaborasi daerah. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam pelaksanaan Denpasar Education Festival (DEF) 2026 yang digelar di Kota Denpasar, Bali.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival pendidikan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi contoh nyata penguatan budaya sekolah yang sehat sekaligus mendukung gerakan peduli lingkungan.
Festival pendidikan yang mengusung tema “Edugreen: dari Sekolah Sehat Wujudkan Denpasar Bersih” dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam membangun budaya ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Dalam kegiatan puncak DEF 2026 yang berlangsung di Denpasar, Kamis (7/5/2026), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kondisi lingkungan sekolah memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar dan prestasi peserta didik. Sekolah yang bersih, aman, dan nyaman diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Kemendikdasmen, lanjutnya, terus mengajak seluruh satuan pendidikan untuk memperkuat budaya sekolah yang sehat dan nyaman sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda Indonesia.
Selain itu, Menteri Mu’ti juga menilai langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis sumber patut menjadi contoh bagi daerah lain. Kebiasaan memilah sampah yang diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dianggap mampu membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Ia berharap budaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat diterapkan secara luas di berbagai daerah di Indonesia agar peserta didik dapat belajar dalam kondisi yang sehat dan nyaman.
Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, pendidikan juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial dan kesadaran ekologis peserta didik. Hal ini menjadi penting di tengah tantangan perubahan iklim dan berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya dan lingkungan. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota Denpasar juga terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan, kapasitas guru, serta penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Gerakan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah pun terus diperkuat melalui keterlibatan guru, peserta didik, dan orang tua. Masyarakat diajak untuk membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan sekolah sebagai bagian dari gerakan bersama menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menjelaskan bahwa DEF 2026 menjadi ruang bagi peserta didik dan pendidik untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta prestasi pendidikan.
Festival yang berlangsung pada 6 hingga 8 Mei 2026 tersebut menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran pendidikan, pertunjukan seni, ajang kreativitas pelajar, hingga peluncuran Senam Vasudhaiva Kutumbakam sebagai bagian dari penguatan budaya dan karakter peserta didik.
