Jawaban Mendata Informasi dalam Teks Sejarah

Jawaban Mendata Informasi dalam Teks Sejarah

Jawaban Mendata Informasi dalam Teks Sejarah – Halo sobat, pembahasan kali ini akan disajikan informasi mengenai jawaban mendata informasi dalam teks sejarah halaman 35 materi ini terdapat pada buku Bahasa Indonesia kelas XII yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Baca dan cermati teks di bawah yang berjudul Kemelut di Majapahit (S.H. Mintardja), lalu catatlah Fakta – Fakta Sejarah dan Imajinasi Pengarang  yang terkandung di dalamnya. Langsung saja, mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

Jawaban Mendata Informasi dalam Teks Sejarah Halaman 35

Kegiatan 1

Mendata Informasi dalam Teks Sejarah

Kegiatan mendata informasi penting dalam novel sejarah tentu akan berbeda dengan mendata informasi penting dalam teks sejarah. Informasi penting dalam novel sejarah lebih mengarah kepada fakta sejarah yang dijadikan latar penceritaan serta imajinasi penulis atas fakta tersebut. Seperti dipaparkan pada pengantar sebelumnya, novel Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan K.H. mengandung fakta sejarah tentang masa perjuangan awal Soekarno dan kehidupan rumah tangganya dengan Inggit Garnasih. Di samping tokoh, fakta sejarah yang digunakan adalah latar tempat, seperti Sukamiskin (sebuah nama kecamatan di Kota Bandung dan juga menjadi nama Lapas), Banceuy sebuah nama kelurahan di Kota Bandung dekat alun-alun Kota Bandung serta Kota Bandung itu sendiri, Surabaya saat Soekarno melakukan perjalanan dengan kereta api, Endeh dengan membentuk rombongan sandiwara kisah perjalanannya dari Bengkulu ke Padang.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Desa-desa Unik di Bali

Pusat penceritaan novel sejarah Kuantar ke Gerbang terletak pada tokoh Soekarno. Namun bukan tentang Soekarno itu sendiri, melainkan kisah kejadian di sekitarnya. Imajinasi pengarang ini secara leluasa banyak mengungkap perasaan dan pikiran tokoh Inggit Garnasih. Menurut Sumardjo (1991:57), imajinasi pengarang terhadap tokoh Inggit Garnasih dengan jasajasanya sering berubah menjadi semacam gugatan meskipun ini tak banyak dan hadir secara tersamar (implisit, pen.). Kesan Jacob Sumardjo sangat

Baca Juga :  Jawaban Post Tes Modul 2 Persiapan Pembelajaran Berdiferensiasi

beralasan karena dalam buku-buku sejarah tentang Soekarno, Inggit Garnasih sangat jarang dikupas. Padahal, jasa-jasanya sangat besar dalam mengantarkan Soekarno ke panggung politik nasional dan menjadi Bapak Bangsa. Penulis mengharapkan agar Inggit Garnasih semakin banyak dikupas dalam sejarah Indonesia.

Latihan

Berikut ini disajikan kutipan novel sejarah berjudul Kemelut di Majapahit karya SH Mintardja (hal. 22–27). Sebelum dibaca, cobalah membentuk kelompok (misalnya 4 orang). Salah satu anggota kelompok diminta membacakan kutipan. Siswa yang lain mendengarkan sambil mecatat informasi-informasi penting (fakta-fakta sejarah dan imajinasi pengarang). Selama mendengarkan, tutuplah bukumu. Nikmatilah ceritanya sambil konsentrasi penuh.

Kemelut di Majapahit

(S.H. Mintardja)

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar

Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati

Baca Juga :  Soal Sumatif Kurikulum Merdeka Kelas 1 PAI BP Semester 1

(perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagibagikan

pangkat kepada mereka. Ronggo Lawe diangkat menjadi adipati di

Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan hubungan antara

junjungan ini dengan para pembantunya, sejak perjuangan pertama sampai

Raden Wijaya menjadi raja, amatlah erat dan baik.

……………………………………………………………………………

Jawaban    :

Fakta-fakta sejarahImajinasi pengarang
1. Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana.1. Dyah Gayatri yang bungsu ini memang cantik jelita seperti seorang dewi kahyangan.
2. Ronggo Lawe diangkat menjadi adipati di Tuban.2. Nasi yang sudah dikepalnya itu dibanting ke atas lantai dan karena dalam kemarahan tadi sang adipati menggunakan aji kedigdayaannya, maka nasi sekepal itu amblas ke dalam lantai.
3. Sang Prabu telah menikah dengan empat putri mendiang Raja Kertanegara. Keempat orang puteri itu adalah Dyah Tribunan yang menjadi permaisuri, yang kedua adalah Dyah Nara Indraduhita, ketiga adalah Dyah Jaya Inderadewi, dan Dyah Gayatri.3. Seekor kuda yang amat indah dan kuat, warna bulunya abu-abu muda.
4. Pasukan ekspedisi yang berhasil baik ini membawa pulang pula dua orang putri bersaudara. Putri yang kedua, yaitu yang muda bernama Dara Petak, diambillah Dyah Dara Petak menjadi istrinya yang kelima.4. Tak lama kemudian, hanya suara derap kaki Mego Lamat yang berlari congkalang yang memecah kesunyian gedung kadipaten itu.
5. Sang Prabu mengangkat Senopati Nambi sebagai Patih Kerajaan Mojapahit. 
6. Adipati Ronggo       Lawe memiliki dua orang istri yaitu Dewi Mertorogo dan Tirtowati. 
7. Mego Lamat adalah satu di antara kuda-kuda kesayangan Adipati Ronggo Lawe. 

Kesimpulan  

Sobat, itulah pembahasan mengenai jawaban mendata informasi dalam teks sejarah halaman 35 materi ini terdapat pada buku Bahasa Indonesia kelas XII yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Disclaimer : Pembahasan soal di atas merupakan panduan untuk belajar, jawaban tidak mutlak dan bersifat terbuka sehingga masih dapat dikembangkan.

Baca Juga :