Kunci Jawaban Aktivitas 4 halaman 212 Mitos Atau Fakta IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Beritawarganet.com -Kunci Jawaban Aktivitas 4 halaman 212 Mitos Atau Fakta IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka. Kali ini, beritawarganet.com akan membahas kunci jawaban IPS SMP Kelas 7 halaman 212. Pertanyaan ini bisa warganet temukan pada buku IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka tantang Mitos atau fakta. Pembahasan berikut bisa warganet simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah warganet kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Aktivitas 4

Selidiki pernyataan di bawah ini merupakan mitos ataukah fakta:

Orang Batak cenderung berbicara dalam nada tinggi dan setengah berteriak. Hal ini terjadi akibat mayoritas masyarakat yang tinggal di dataran tinggi dengan rumah yang jaraknya saling berjauhan. Kebiasaan tersebut terbawa hingga saat ini, walaupun jarak rumah sudah semakin berdekatan.

Jawaban:

Baca Juga :  Contoh Analisis Penilaian Kurikulum Merdeka

Mitos

Kesimpulan singkat: Pernyataan tersebut lebih tepat disebut mitos yang dibangun dari fakta parsial.

Ulasan:

Anggapan bahwa orang Batak cenderung berbicara dengan nada tinggi dan terkesan “berteriak” memang cukup populer di masyarakat. Namun, jika diselidiki lebih dalam, pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dan cenderung bersifat stereotip.

  1. Aspek budaya dan bahasa
    Bahasa-bahasa Batak (seperti Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan Angkola) memiliki intonasi yang tegas dan dinamis. Bagi penutur bahasa lain, intonasi ini sering disalahartikan sebagai suara keras atau marah, padahal dalam konteks budaya Batak, itu adalah bentuk ekspresi yang wajar dan netral, bahkan bisa menandakan keakraban atau semangat.

  2. Penjelasan geografis (dataran tinggi)
    Penjelasan bahwa kebiasaan berbicara keras muncul karena masyarakat Batak hidup di dataran tinggi dengan rumah berjauhan tidak memiliki bukti antropologis atau linguistik yang kuat. Banyak masyarakat lain di wilayah pegunungan di Indonesia maupun dunia yang tidak memiliki ciri berbicara keras. Jadi, alasan geografis ini lebih bersifat dugaan populer, bukan fakta ilmiah.

  3. Generalisasi yang keliru
    Tidak semua orang Batak berbicara dengan nada tinggi. Cara berbicara sangat dipengaruhi oleh situasi, pendidikan, lingkungan sosial, dan kepribadian individu, bukan semata-mata latar belakang etnis. Di lingkungan formal, masyarakat Batak berbicara dengan nada yang sama seperti kelompok etnis lainnya.

  4. Stereotip sosial
    Label “berbicara keras” sering kali muncul karena perbedaan budaya komunikasi. Ini menjadi contoh stereotip budaya, yaitu penilaian umum yang disederhanakan dan dilekatkan pada satu kelompok, padahal realitasnya jauh lebih beragam.

Baca Juga :  Jawaban Pertanyaan Pemantik Tentang Puisi

Kesimpulan akhir:
Pernyataan tersebut bukan fakta, melainkan mitos yang lahir dari persepsi budaya dan generalisasi berlebihan. Memang ada ciri intonasi yang tegas dalam bahasa Batak, tetapi mengaitkannya dengan kebiasaan “berteriak” akibat kondisi geografis adalah tidak berdasar secara ilmiah.

Salah satu penyebab kebiasaan Suku Batak berbicara dengan nada tinggi adalah terkait letak geografis tempat tinggal orang dari Suku Batak.

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Warganet gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

Untuk mendapatkan Pembahasan Soal Kurikulum Merdeka lainnya dapat diakses melalui Beritawarganet.com.

You May Also Like