Motor Trail Jadi Supermoto, Kenapa Tidak. Ini 5 Part yang Harus Diganti!

Berita Warganet – Motor Trail Jadi Supermoto, Kenapa Tidak. Ini 5 Part yang Harus Diganti!. Tren skuter matik di Indonesia sudah tidak bisa dibantah lagi. Hampir semua pabrikan sepeda motor di Indonesia kini pasti memiliki skuter matik dalam jajaran produknya.

Honda dan Yamaha keduanya menjadi raja skuter matic di Indonesia saat ini.

Skutik keduanya menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia, mungkin karena jaringan dealer dan bengkel resmi keduanya bertebaran di seluruh Nusantara.

Nah, Honda dan Yamaha pula yang berani merilis sepeda motor trail, selain tentunya Kawasaki yang bisa dibilang sangat konsisten menghadirkan model trail dalam produknya.

Ketiganya menjadi pilihan kebanyakan pencinta trail, selain tentunya ada merek lain yang juga punya penggemarnya masing-masing, sebut saja Suzuki, Viar, atau KTM.

Namun, rupanya tidak semua pemilik motor trail itu menggunakannya untuk keperluan adventure atau off-road, ternyata ada juga yang menggunakan trail untuk dipakai sehari-hari di jalan on-road.

Baca Juga :  Wow! Ferrari Keluaran Tahun 1963 Jadi Mobil Ter mahal di Dunia Sepanjang Sejarah

Untuk yang satu ini, biasanya disebut supermoto. Secara tampilan tidak jauh berbeda dengan motor trail karena basisnya memang dari trail, hanya saja ada beberapa perubahan yang dilakukan agar trail bisa menjadi supermoto.

Supermoto kini menjadi tren dikalangan pemilik motor trail. Ada beberapa perubahan yang harus dilakukan agar bisa memenuhi gaya supermoto sebagaimana diungkapkan oleh FDR Tire. Dan tentunya tetap disesuaikan dengan gaya berkendara pemiliknya agar tetap nyaman.

Dalam laman resminya, FDR Tire mengungkapkan beberapa bagian yang harus dilakukan perubahan agar sepeda motor memiliki gaya supermoto, yaitu:

1. Diameter Velg dan Ban

Perubahan paling mendasar jika ingin memodifikasi motor trail menjadi supermoto adalah bagian kaki-kakinya.

Baca Juga :  Karena Langka, Starlet GT Ternyata Banyak Tiruannya!

Motor trail umumnya menggunakan ban pacul dengan ukuran ban depan ring 21 dan belakang ring 18. Sementara supermoto lebih umum menggunakan ban radial dengan ukuran ring 17 depan dan belakang.

2. Lebar Velg dan Ban

Jika sudah ganti ban radial, gunakan ban dengan profil lebar. Dimulai dari velgnya dulu, idealnya ban depan lebarnya 3 inci dan belakang 3,5 – 4 inci.

Sementara untuk bannya, pilih yang tidak hanya tangguh melewati jalan tanah dan berbatu, tapi juga cocok di jalan aspal seperti ban FDR Maxtreme dengan ban depan ukuran 110/70-17 dan belakang ukuran 130/70-17.

3. Body Kit

Bagian bodi juga jangan dibiarkan dalam kondisi standar. Motor bergaya supermoto umumnya menutupi bagian bodi dengan decal atau sticker.

Baca Juga :  Mobil BMW M4 Ini Ikuti Mobil Drift Competition!

Motifnya ada yang dari tim balap, sponsor energy drink, atau bisa juga desain sendiri kok. Tapi yang jelas, warnanya harus menarik perhatian.

4. Knalpot

Knalpot bukan hanya untuk mendongkrak performa mesin saja, tapi penting juga untuk tampilan.

Untuk motor, tampilan bukan cuma yang tampak di mata saja, tapi juga yang bisa dinikmati pendengaran.

5. Suspensi dan Setang

Umumnya, suspensi dan setang motor trail sudah yang terbaik diberikan oleh pabrikannya. Suspensi upside down sudah cukup untuk meredam permukaan jalan yang tidak mulus di jalan aspal.

Sebaiknya lebar setang disesuaikan dengan postur tubuh pengendaranya agar tetap nyaman. Demikian juga dengan suspensi yang harus disesuaikan dengan gaya berkendara agar tetap nyaman.

administrator

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Motor Trail Jadi Supermoto, Kenapa Tidak. Ini 5 Part yang Harus Diganti! yang dipublish pada Februari 15, 2022 di website Berita Warganet

Artikel Terkait