Daya Tampung Undip di SNBP 2026 Resmi Diumumkan, Prodi Hukum Jadi yang Terbanyak Peminat dan Kuota

Daya Tampung Undip di SNBP 2026 Resmi Diumumkan, Prodi Hukum Jadi yang Terbanyak Peminat dan Kuota – Universitas Diponegoro (Undip) kembali menjadi sorotan menjelang dibukanya Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia ini secara resmi mengumumkan daya tampung mahasiswa baru untuk seluruh program studi yang dibuka melalui jalur SNBP. Informasi ini menjadi perhatian penting bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri tanpa tes tertulis.

Berdasarkan pengumuman resmi Undip, program studi S1 Hukum tercatat sebagai prodi dengan kuota SNBP terbesar pada 2026, yakni mencapai 184 kursi. Angka ini menempatkan Hukum sebagai jurusan dengan peluang penerimaan terbanyak dibandingkan program studi lainnya di Undip. Sebaliknya, beberapa prodi di kampus pengembangan seperti Kampus Batang justru memiliki daya tampung yang jauh lebih terbatas.

Pengumuman ini dirilis menjelang pendaftaran SNBP yang dijadwalkan mulai 3 Februari 2026, sehingga menjadi bahan pertimbangan krusial bagi calon peserta dalam menyusun strategi pemilihan program studi.

SNBP 2026 dan Pentingnya Memahami Daya Tampung Prodi

SNBP merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang menitikberatkan pada prestasi akademik dan nonakademik siswa selama di sekolah. Berbeda dengan jalur tes, SNBP tidak menggunakan ujian tulis nasional, melainkan penilaian berbasis rapor dan prestasi pendukung.

Dalam konteks ini, daya tampung program studi menjadi faktor penting yang kerap diabaikan. Banyak siswa hanya fokus pada popularitas jurusan, tanpa mempertimbangkan rasio antara peminat dan jumlah kursi yang tersedia. Padahal, memahami daya tampung dapat membantu siswa:

  • Mengukur peluang kelulusan secara realistis

  • Menyusun strategi pemilihan jurusan utama dan alternatif

  • Menghindari persaingan ekstrem pada prodi dengan kuota kecil

Undip sebagai salah satu PTN dengan peminat tinggi setiap tahunnya, menjadikan data daya tampung SNBP 2026 ini sangat relevan untuk dicermati secara mendalam.

Baca Juga :  UMK 2026 Kabupaten Cilacap Resmi Naik, Simak Besaran Upah dan Aturan Lengkapnya

Prodi Hukum Undip Jadi yang Terbanyak di SNBP 2026

Berdasarkan data resmi penerimaan SNBP 2026, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro menjadi fakultas dengan kuota tunggal terbesar. Program Studi S1 Hukum menyediakan 184 kursi bagi peserta SNBP.

Besarnya daya tampung ini mencerminkan beberapa hal penting:

  • Tingginya kebutuhan tenaga hukum di berbagai sektor

  • Kapasitas akademik dan sumber daya Fakultas Hukum Undip yang matang

  • Konsistensi Hukum Undip sebagai salah satu prodi favorit nasional

Meski kuotanya besar, persaingan tetap diprediksi ketat mengingat reputasi Undip dan tingginya minat siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Rincian Daya Tampung SNBP 2026 di Universitas Diponegoro

Untuk memberikan gambaran menyeluruh, berikut ulasan daya tampung Undip SNBP 2026 berdasarkan fakultas dan program studi.

1. Fakultas Hukum

  • S1 Hukum: 184 kursi

Fakultas ini menjadi tulang punggung Undip dalam jalur SNBP dengan kuota tertinggi secara keseluruhan.

2. Fakultas Ekonomika dan Bisnis

  • Manajemen: 78 kursi

  • Ekonomi: 60 kursi

  • Akuntansi: 78 kursi

  • Ekonomi Islam: 26 kursi

  • Bisnis Digital: 24 kursi

Fakultas ini tetap menjadi favorit dengan peminat tinggi, khususnya Manajemen dan Akuntansi.

3. Fakultas Ilmu Budaya

  • Sastra Indonesia: 44 kursi

  • Sastra Inggris: 43 kursi

  • Sejarah: 35 kursi

  • Ilmu Perpustakaan dan Informasi: 39 kursi

  • Bahasa dan Kebudayaan Jepang: 39 kursi

  • Antropologi Sosial: 40 kursi

Fakultas Ilmu Budaya menawarkan pilihan prodi dengan daya tampung relatif merata dan persaingan yang lebih terdistribusi.

4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

  • Administrasi Publik: 50 kursi

  • Administrasi Publik Kampus Rembang: 30 kursi

  • Administrasi Bisnis: 56 kursi

  • Ilmu Pemerintahan: 52 kursi

  • Ilmu Komunikasi: 56 kursi

  • Hubungan Internasional: 42 kursi

Ilmu Komunikasi dan Administrasi Bisnis tetap menjadi magnet utama di FISIP Undip.

5. Fakultas Psikologi

  • Psikologi: 80 kursi

Psikologi Undip dikenal memiliki peminat sangat tinggi, meski kuotanya relatif terbatas dibandingkan peminat nasional.

6. Fakultas Kesehatan Masyarakat

  • Kesehatan Masyarakat: 82 kursi

  • Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): 30 kursi

Kesehatan Masyarakat menjadi salah satu prodi dengan peluang cukup besar di bidang kesehatan non-klinis.

7. Fakultas Kedokteran

  • Kedokteran: 60 kursi

  • Keperawatan: 55 kursi

  • Gizi: 35 kursi

  • Farmasi: 20 kursi

  • Kedokteran Gigi: 15 kursi

Meski kuota relatif kecil, Fakultas Kedokteran tetap menjadi salah satu yang paling kompetitif.

8. Fakultas Peternakan dan Pertanian

  • Peternakan: 70 kursi

  • Teknologi Pangan: 48 kursi

  • Agribisnis: 44 kursi

  • Agroteknologi: 44 kursi

  • Agribisnis Kampus Batang: 20 kursi

Baca Juga :  Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu yang Cair November–Desember 2025, Lengkap dengan Syarat dan Mekanisme Terbaru

Prodi berbasis ketahanan pangan ini dinilai memiliki prospek kerja jangka panjang.

9. Fakultas Sains dan Matematika

  • Matematika: 66 kursi

  • Biologi: 63 kursi

  • Kimia: 63 kursi

  • Fisika: 63 kursi

  • Statistika: 44 kursi

  • Informatika: 50 kursi

  • Bioteknologi: 28 kursi

Informatika dan Statistika menjadi prodi dengan lonjakan peminat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

10. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

  • Manajemen Sumberdaya Perairan: 37 kursi

  • Akuakultur: 45 kursi

  • Perikanan Tangkap: 38 kursi

  • Ilmu Kelautan: 50 kursi

  • Oseanografi: 50 kursi

  • Teknologi Hasil Perikanan: 42 kursi

  • Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan: 15 kursi

Undip dikenal kuat di bidang kelautan dan maritim, sesuai karakter geografis Indonesia.

11. Fakultas Teknik

  • Teknik Sipil: 50 kursi

  • Arsitektur: 44 kursi

  • Teknik Mesin: 46 kursi

  • Teknik Kimia: 50 kursi

  • Teknik Elektro: 46 kursi

  • Perencanaan Wilayah dan Kota: 50 kursi

  • Teknik Industri: 48 kursi

  • Teknik Lingkungan: 44 kursi

  • Teknik Perkapalan: 42 kursi

  • Teknik Geologi: 38 kursi

  • Teknik Komputer: 42 kursi

  • Teknik Industri Kampus Batang: 12 kursi

Prodi Teknik Industri Kampus Batang tercatat sebagai salah satu dengan daya tampung paling kecil di Undip SNBP 2026.

12. Sekolah Vokasi

  • Teknologi Rekayasa Kimia Industri: 26 kursi

  • Rekayasa Perancangan Mekanik: 26 kursi

  • Teknologi Rekayasa Otomasi: 26 kursi

  • Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan: 24 kursi

  • Teknik Listrik Industri: 26 kursi

  • Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan: 30 kursi

  • Teknik Infrastruktur Sipil dan Perencanaan Arsitektur: 42 kursi

  • Akuntansi Perpajakan: 86 kursi

  • Manajemen dan Administrasi Logistik: 46 kursi

  • Bahasa Asing Terapan: 30 kursi

  • Informasi dan Humas: 46 kursi

Sekolah Vokasi Undip menawarkan jalur karier cepat ke dunia kerja dengan kuota yang cukup kompetitif.

Syarat Pendaftaran SNBP 2026

Agar dapat mengikuti SNBP 2026, siswa harus memenuhi beberapa syarat utama, antara lain:

  • Siswa aktif kelas terakhir SMA/SMK/MA tahun 2026

  • Memiliki prestasi akademik unggul

  • Terdaftar di PDSS dengan NISN valid

  • Memenuhi persyaratan khusus prodi dan PTN

  • Memiliki skor Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Jadwal Lengkap SNBP 2026

  • Pengumuman kuota sekolah: 29 Desember 2025

  • Masa sanggah: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026

  • Registrasi akun SNPMB sekolah: 5–26 Januari 2026

  • Pengisian PDSS oleh sekolah: 5 Januari – 2 Februari 2026

  • Registrasi akun SNPMB siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026

  • Pendaftaran SNBP: 3–18 Februari 2026

  • Pengumuman hasil: 31 Maret 2026

  • Unduh kartu peserta: 3 Februari – 30 April 2026

Kesimpulan

Pengumuman daya tampung Undip di SNBP 2026 memberikan gambaran penting bagi calon mahasiswa dalam menentukan strategi pendaftaran. Dengan Prodi S1 Hukum sebagai pemilik kuota terbesar, serta variasi daya tampung yang signifikan di tiap fakultas, siswa diharapkan dapat memilih program studi secara realistis dan terukur. Memahami kuota, karakter prodi, serta tingkat persaingan menjadi langkah awal yang krusial agar peluang lolos SNBP 2026 semakin besar.

Scroll to Top