bunga paling berharga
bunga paling berharga

Kunci Jawaban Bunga Paling Berharga

Daftar Isi

Beritawarganet.com – Kunci Jawaban Bunga Paling Berharga. Sobat BW, kita semua tahu bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di bumi. Begitu banyak kegiatan yang kita lakukan dengan memanfaatkan air sebagai sumber utamanya. Misalnya, ayah kita membutuhkan air sungai untuk memlihara ikan di kolam, ibu kita membutuhkan air untuk mencuci pakaian, dan semua makhluk hidup di bumi membutuhkan air untuk minum.

 

Cerita dibawah ini merupakan salah satu kisah yang menceritakan tentang pentingnya air bagi kehidupan kita. Bagaimana kisahnya, mari kita simak bersama!

 

Ayo Membaca

Bunga Paling Berharga

 

bunga paling berharga

 

Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.

Suatu hari, sebelum berakhirnya pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah. Indah sekali.

“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.

“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata Nola.

“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.

“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.

Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar ucapan Makale.

“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu Mala kepada Makale.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Mari Uji Kemampuan Kalian halaman 144 Klasifikasi Makhluk Hidup IPA SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.

“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.

Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau bunga…”

“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman Makale.

Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.

“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.

Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.

Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.

Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.

“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun,

bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Interpretasi Diagram! Jawablah Pertanyaan Berikut Ini di Informatika Halaman 78 Kurikulum Merdeka

Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.

 

Ayo Menulis

Kamu telah membaca cerita “Bunga Paling Berharga”.

1. Tulislah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita.

Bu Maya menyajikan buku pada anak muridnya dan meminta mereka mengisinya dengan sesuatu. Makale memilih menjadikan bukunya sebagai herbarium, meski sempat membuat heran Bu Maya.

Setelah menunggu waktu yang lama, akhirnya herbarium Makale tercipta dengan hanya mengandung satu bunga, namun bunga itu begitu istimewa karena hanya mekar sehari dalam setahun.

 

2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita.

a. Suatu hari, Bu Mala memberikan sebuah buku tulis pada para siswanya.

b. Bu Mala membebaskan para siswa menulis informasi apapun dalam buku tersebut.

c. Nola ingin menulis catatan haria, sementara Wendi mau menggambar wajah orang yang ditemuinya. Tapi Makale ingin membuat herbarium.

d. Bu Mala heran mendengar niat Makale dan menanyakan pemahamannya tentang herbarium

e. Makale tahu perihal herbarium dari seorang pelancong yang pernah menunjukkan buku herbariumnya yang begitu indah pada Makale.

f. Bu Mala memberitahu bahwa pembuatan herbarium membutuhkan banyak daun.

g. Makale menyatakan bahwa bunga juga bisa digunakan.

h. Bu Mala bertanya rencana sumber daun atau bunga untuk herbarium tersebut.

i. Makale memandang ke luar jendela dan berkata bahwa ia akan mendapatkannya.

j. Beberapa waktu berlalu dan buku para siswa mulai terisi, tapi buku Makale belum.

k. Suatu hari, hujan deras turun di desa tempat tinggal Makale.

l. Benih tumbuhan yang tersiram hujan akhirnya tumbuh. Berbagai bunga dan tanaman tumbuh hingga membentuk sepetak kebun.

m. Makale dengan riang memetik sekuntum bunga merah dan menempelkannya di bukunya.

n. Makale berkata pada Bu Mala bahwa herbariumnya telah selesai.

o. Bu Mala membuka herbarium Makale yang hanya berisi satu bunga, tapi sangat berharga karena hanya mekar sehari dalam setahun.

 

Baca Juga :  Kunci Jawaban Mengenal Tangga Nada

3. Tulislah kembali cerita tersebut dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dengan ejaan yang benar.

Suatu hari, Bu Maya menyajikan buku pada anak muridnya dan meminta mereka mengisinya dengan sesuatu. Salah satu muridnya, Makale, memilih cara yang tidak biasa yakni menjadikan bukunya sebagai herbarium. Hal ini sempat membuat heran Bu Maya karena herbarium harus memuat bunga. Meski begitu, Makale tidak patah arang. Meski ia harus menunggu untuk waktu yang cukup lama, akhirnya herbarium Makale tercipta dengan hanya mengandung satu bunga, namun bunga itu begitu istimewa karena hanya mekar sehari dalam setahun.

 

Begitu pentingnya air bagi kehidupan makhluk hidup. Maka dari itu Sobat BW, kita harus dapat menjaga sumber air yang ada di sekitar kita dengan idak mencemari lingkungan apalagi sungai ya.

Semoga bermanfaat..