Perkembangan Pemasaran Era 1.0: Konsep, Strategi, dan Lanskap Bisnis

Berita Warganet – Perkembangan Pemasaran Era 1.0: Konsep, Strategi, dan Lanskap Bisnis.

Peta Konsep: Perkembangan Pemasaran Era 1.0 (Hermawan Kartajaya)

1. Konsep Pemasaran Era 1.0

  • Berbasis Rational Marketing

  • Dua panduan utama:

    • Marketing Plus 2000

    • Sustainable Marketing Enterprise (SME)

2. Lanskap Bisnis Era 1990-an

  • Sebelumnya: Pemasaran = Penjualan

  • 1990: Pemasaran mulai penting (karena globalisasi & persaingan bebas)

  • Marketing Plus 2000 → alat strategi bisnis (audit kompetitif, formulasi strategi)

3. Perubahan Definisi Pemasaran

  • Tidak ada persaingan: Pemasaran tidak diperlukan

  • Persaingan ketat: Pemasaran menjadi penting

  • Persaingan kacau (chaos): Pemasaran jadi “hati dan jiwa bisnis”

Filosofi Pemasaran 1.0:

  • Memberikan kepuasan berkelanjutan kepada:

    • Konsumen

    • Karyawan

    • Pemilik perusahaan

  • Semua orang adalah pemasar

  • Fokus pada: Merek > Produk, Semua perusahaan adalah perusahaan jasa

4. Komponen Utama Pemasaran

  • Strategi → Menentukan segmen & target pasar

  • Taktik → Pelaksanaan lapangan

  • Nilai → Value yang diterima konsumen

Tiga elemen ini harus berjalan bersama

5. Pergeseran Situasi Persaingan

  • Model 4C oleh Kartajaya:

    • Company

    • Customer

    • Competition

    • Change

  • Pergeseran dari:

    • 2C (Stabil): Monopoli

    • Hingga 4C (Kacau): Pesaing tidak terlihat, teknologi tinggi

6. Lanskap Bisnis Sebelum Krisis 1998

  • Indonesia dijuluki “The Next Asian Tiger”

  • Banyak perusahaan besar tapi tidak efisien (karena koneksi)

  • Kartajaya menawarkan Model SME:

    • Market-ing = “cara berinteraksi dengan pasar”, bukan hanya fungsi

7. Model SME (Sustainable Marketing Enterprise)

  • Diibaratkan roket:

    • Market-ing = badan utama

    • Sustainability & Enterprise = sayap penyeimbang

8. Real Marketing Business Strategy

  • Gunakan:

    • 4C Analysis (Change, Customer, Competitor, Company)

    • STV Triangle (Strategy, Tactic, Value)

    • PCS Audit

  • Strategi luar-dalam (Outside-in) → TOWS, bukan SWOT

9. Organisasi yang Solid

  • Dibangun dari: Inspirasi, Budaya, dan Institusi

  • Harus seimbang antara idealisme & pragmatisme

  • Budaya kerja = fondasi keberhasilan jangka panjang

10. Krisis Asia 1997-1998

  • Krisis karena masalah marketing

    • ROE rendah

    • Neraca perdagangan negatif

    • Asset overinvestment

  • Solusi:

    • Strategic Marketing (Perusahaan)

    • Micromarketing (Negara)

11. Strategi Hadapi Krisis (Kotler, 2002)

  1. Maintaining the Brand

  2. Downscaling

  3. Other Branding

Kesimpulan

Era pemasaran 1.0 merupakan titik awal transformasi pemasaran dari fungsi sekunder menjadi jantung strategi bisnis. Kartajaya menekankan pentingnya mindset kompetitif, integrasi antara strategi, taktik, dan nilai, serta adaptasi terhadap perubahan global yang cepat.

Soal:

Jelaskan bagaimana perkembangan pemasaran pada Era 1.0 menurut Hermawan Kartajaya, termasuk konsep Marketing Plus 2000, Model SME, serta strategi yang digunakan untuk menghadapi krisis ekonomi 1997-1998!

Ulasan Jawaban:

1. Konsep Pemasaran Era 1.0
Pemasaran Era 1.0 menurut Hermawan Kartajaya berlandaskan pada pendekatan rational marketing dan dipengaruhi oleh dua kerangka besar, yaitu Marketing Plus 2000 dan Sustainable Marketing Enterprise (SME).

  • Marketing Plus 2000: Sebuah kerangka untuk melakukan competitive audit, strategy formulation, dan peningkatan daya saing bisnis dalam menghadapi globalisasi dan persaingan bebas.

  • SME (Sustainable Marketing Enterprise): Model redefinisi pemasaran sebagai jiwa dari organisasi. Marketing bukan lagi sekadar fungsi, tetapi menjadi gaya hidup perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar.

2. Komponen Utama Pemasaran
Kartajaya membagi pemasaran ke dalam tiga komponen penting:

  • Strategi (segmentation, targeting, positioning)

  • Taktik (marketing mix, differentiation, selling)

  • Nilai (brand, service, process)
    Ketiganya membentuk STV Triangle sebagai dasar strategi pemasaran menyeluruh.

3. Perubahan Situasi Persaingan: 4C
Untuk memahami dinamika pasar, Kartajaya memodifikasi model dari Ohmae menjadi 4C:

  • Customer

  • Company

  • Competition

  • Change
    Persaingan bergeser dari kondisi stabil (2C) menuju kondisi kacau (4C), di mana pesaing tidak lagi terlihat dan perubahan sangat cepat.

4. Strategi Menghadapi Krisis Ekonomi 1997-1998
Krisis moneter di Indonesia disebut sebagai krisis pemasaran oleh Kartajaya. Penyebab utamanya adalah lemahnya daya saing mikro dan makro. Solusinya adalah:

  • Micromarketing untuk negara

  • Strategic marketing untuk perusahaan
    Kotler dan Kartajaya menawarkan tiga strategi menghadapi krisis:

  1. Maintaining the Brand

  2. Downscaling

  3. Other Branding

5. Organisasi yang Solid
Kartajaya menekankan bahwa perusahaan harus dibangun dengan inspirasi, budaya, dan institusi yang kuat, dengan filosofi dan tujuan yang seimbang antara idealisme dan pragmatisme.

Pemasaran Era 1.0 adalah tonggak awal perubahan paradigma pemasaran dari sekadar fungsi penjualan menjadi konsep strategis dalam menghadapi perubahan global dan krisis. Hermawan Kartajaya menegaskan bahwa pemasaran harus menjadi jiwa dari bisnis melalui kerangka Marketing Plus 2000 dan SME, serta pemahaman mendalam terhadap persaingan melalui pendekatan 4C dan STV Triangle. Untuk menghadapi ketidakpastian, perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang solid, fleksibel, dan berorientasi pada kepuasan berkelanjutan terhadap konsumen, karyawan, dan pemilik.