Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

Beritawarganet – Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman? Berdasarkan permendikdasmen No 6 Tahun 2026 muncul pertanyaan Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

yuk simak penjelasan dari pertanyaan tadi yang bersumber dari https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/ Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman?

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman berlandaskan pada sembilan prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, manusiawi, dan berkeadilan. Kesembilan prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Humanis
    Sekolah memandang setiap individu sebagai manusia yang bermartabat, memiliki hak asasi, serta wajib diperlakukan dengan penuh kasih sayang, penghormatan, dan tanpa kekerasan dalam bentuk apa pun.

  2. Komprehensif (Menyeluruh)
    Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan melalui pendekatan yang terpadu dan menyeluruh dengan melibatkan seluruh aspek kehidupan sekolah. Pendekatan ini bertujuan mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan motivasi belajar murid melalui peran aktif warga sekolah dan pemangku kepentingan.

  3. Partisipatif
    Penyelenggaraan budaya sekolah dilakukan melalui pelibatan yang sadar, aktif, dan bermakna antara warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

  4. Kepentingan Terbaik bagi Anak
    Setiap kebijakan, keputusan, dan tindakan di sekolah harus mengutamakan pemenuhan hak anak serta memperhatikan kebutuhan, keselamatan, dan kesejahteraan murid.

  5. Nondiskriminatif
    Sekolah menjamin perlakuan yang adil tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, etnis, budaya, bahasa, maupun kondisi fisik, mental, dan intelektual.

  6. Inklusif
    Sekolah memberikan ruang dan kesempatan yang setara dengan mengakomodasi serta menjamin partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam seluruh aspek kehidupan dan kegiatan sekolah.

  7. Keadilan dan Kesetaraan Gender
    Sekolah menjunjung relasi yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam memperoleh akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat dari proses pendidikan dan pengembangan diri.

  8. Harmonis
    Budaya sekolah dibangun melalui hubungan yang selaras, saling menghormati, beretika, dan berkeadaban antara sesama warga sekolah maupun dengan pemangku kepentingan.

  9. Berkelanjutan
    Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan secara konsisten, berkesinambungan, serta terintegrasi dalam rutinitas dan kebiasaan sehari-hari warga sekolah.

Baca Juga :  Memahami Peran Strategis Pemasaran dalam Bisnis dan Perkembangannya dari Era 1.0 hingga 5.0

Ulasan menurut beritawarganet : Apa Saja Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman?

Ulasan Prinsip Dasar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan karakter peserta didik. Penerapan budaya ini tidak hanya berorientasi pada pencegahan kekerasan, tetapi juga pada pembentukan iklim sekolah yang menghargai martabat manusia, menjunjung hak anak, serta mendorong partisipasi aktif seluruh warga sekolah.

Prinsip humanis menempatkan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai manusia yang bermartabat. Sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menimbulkan rasa takut atau tekanan psikologis. Sebaliknya, interaksi di sekolah harus dibangun atas dasar empati, penghormatan, dan kasih sayang sehingga setiap individu merasa diterima dan dihargai.

Pendekatan komprehensif memastikan bahwa budaya aman dan nyaman tidak diterapkan secara parsial atau insidental. Upaya ini harus terintegrasi dalam kebijakan sekolah, proses pembelajaran, tata kelola, hingga aktivitas nonakademik. Pelibatan seluruh warga sekolah serta pemangku kepentingan, seperti orang tua dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan pendekatan menyeluruh ini.

Prinsip partisipatif menegaskan bahwa budaya sekolah yang sehat tidak dapat dibangun secara top-down semata. Keterlibatan aktif dan bermakna dari murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan mitra sekolah menciptakan rasa memiliki serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Tandai Kata Kerja yang Membuat Benda Mati Seolah-olah Hidup pada Kalimat di Bawah ini, Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Kepentingan terbaik bagi anak menjadi landasan utama setiap kebijakan dan tindakan di sekolah. Setiap keputusan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan perkembangan murid, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Prinsip ini menempatkan hak anak sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan.

Prinsip nondiskriminatif menjamin bahwa sekolah adalah ruang yang adil bagi semua. Tidak boleh ada perlakuan berbeda berdasarkan latar belakang suku, agama, ras, budaya, bahasa, maupun kondisi fisik dan intelektual. Lingkungan yang bebas diskriminasi akan menumbuhkan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

Pendekatan inklusif memperkuat komitmen sekolah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi semua murid, termasuk penyandang disabilitas. Sekolah yang inklusif tidak hanya menyediakan akses fisik, tetapi juga menciptakan iklim sosial yang mendukung partisipasi penuh dan penghargaan terhadap keberagaman.

Keadilan dan kesetaraan gender memastikan bahwa perempuan dan laki-laki memperoleh hak, kesempatan, dan perlakuan yang adil dalam seluruh aspek pendidikan. Prinsip ini mendorong relasi yang setara, bebas stereotip, serta menciptakan lingkungan belajar yang menghormati perbedaan peran dan potensi setiap individu.

Prinsip harmonis tercermin dalam hubungan yang saling menghormati, beretika, dan berkeadaban antarwarga sekolah serta dengan pemangku kepentingan. Hubungan yang harmonis memperkuat kerja sama, mengurangi konflik, dan menciptakan suasana sekolah yang damai dan kondusif.

Terakhir, prinsip berkelanjutan menegaskan bahwa budaya sekolah aman dan nyaman bukanlah program sesaat. Upaya ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, menjadi bagian dari rutinitas, kebiasaan, serta nilai-nilai yang hidup dalam keseharian warga sekolah.

Scroll to Top