Jawaban Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa

Jawaban Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa

Jawaban Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa – Halo sobat, dalam artikel ini akan disajikan informasi tentang jawaban menyusun pernyataan esai terhadap objek atau peristiwa halaman 205 yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Sebelum masuk dalam pembahasan soal, bacalah Kembali kutipan novel laskar Pelangi. Setelah itu sobat dapat mengerjakan soal yang tersedia di bawah. Untuk pembahasan selengkapnya, langsung saja simak ulasan berikut ini !

Jawaban Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa Halaman 205

Kegiatan 2

Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa

Berbeda dengan kritik yang menyajikan kelebihan dan kelemahan karya, esai membahas objek atau fenomena dari sudut pandang yang dianggap menarik oleh penulisnya. Hal yang dibahas kadang-kadang bukan merupakan hal yang penting bagi orang lain, tetapi kejelian penulis dalam memilih aspek yang acap kali diabaikan orang lain, serta kemampuannya menyajikan dalam bahasa yang mengalir lancar membuat esai menjadi menarik. Perhatikan beberapa contoh kalimat esai dalam kutipan teks ”Batmandi atas.

Baca Juga :  Jawaban Post Tes Modul 3 Refleksi dalam Pembelajaran SD Topik 3 Perencanaan Pembelajaran SD/Paket A

Baca Juga : Jawaban Menyusun Kritik Sastra

Tiap kali kita memang bisa mengidentifikasinya dari sebuah topeng kelelawar yang itu-itu juga. Tapi tiap kali ia dilahirkan kembali sebagai sebuah jawaban baru terhadap tantangan baru. Sebab selalu ada hubungan dengan hal-ihwal yang tak berulang, tak terduga—dengan ancaman penjahat besar The Joker atau Bane, dalam krisis Kota Gotham yang berbeda-beda. Sebab itu Batman bisa bercerita tentang asal mula, tetapi asal mula dalam posisinya yang bisa diabaikan: wujud yang pertama tak menentukan sah atau tidaknya wujud yang kedua dan terakhir. Wujud yang kedua dan terakhir bukan Cuma sebuah fotokopi dari yang pertama. Tak ada yang–sama yang jadi model. Yang ada adalah simulacrum—yang masing-masing justru menegaskan yang–beda dan yang–banyak dari dan ke dalam dirinya, dan tiap aktualisasi punya harkat yang singularis, tak bisa dibandingkan. Mana yang ”asli” tak serta-merta mesti dihargai lebih tinggi.

Dalam kutipan di atas, penulis mengajak pembaca untuk menyadari bahwa meskipun judul film dan tokoh utamanya sama, ternyata Batman dalam tiap film selalu berbeda. Penulis esai cukup cerdik membuktikan pernyataannya.  Pendapatnya tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut ini.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Fungsi Air Bagi Mahluk Hidup

Satu topeng, satu nama—sebuah sintesis dari variasi yang banyak itu. Namun, sintesis itu berbeda dengan penyatuan. Ia tak menghasilkan identitas yang satu dan pasti. Hal yang penting lagi, sintesis itu tak meletakkan semua varian dalam sebuah norma yang baku. Tak dapat ditentukan mana yang terbaik, tepatnya: mana yang terbaik untuk selama-lamanya.

Baca Juga : Jawaban Membandingkan Kritik dengan Esai Berdasarkan Pengetahuan dan Pandangan

Tugas

Bacalah kembali kutipan novel Laskar Pelangi di atas. Kemudian, datalah bagian-bagian yang menarik untuk disoroti, misalnya penggunaan bahasa, kriteria pemilihan tokoh, bersekolah, dan sebagainya. Pilihlah satu bagian saja. Kemudian, buatlah kalimat esainya.

Jawaban    :

Salah satu bagian yang menarik untuk disoroti adalah latar yang terdapat kutipan novel tersebut.

Kalimat esai :

Latar pada kutipan novel tersebut adalah pada pagi hari, di SD yang bangunannya hampir roboh. Dimana guru, orangtua, dan anak-anak penuh harapan menantikan hari pertama dalam bersekolah. Hal tersebut terdapat pada kutipan “PAGI itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon tua yang riang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku, memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di depan kami.”

Baca Juga :  Kunci Jawaban Tokoh dan Sifat Tokoh dalam Cerita

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut pintu berdiri dua orang guru seperti

para penyambut tamu dalam perhelatan.” Dilihat dari kutipan tersebut, kesempatan untuk belajar tidak merata dan fasilitas untuk belajar yang tidak layak. Hal tersebut masih dijumpai sampai saat ini.

Baca Juga : Jawaban Mengetahui Unsur Esai

Kesimpulan

Demikianlah ulasan tentang jawaban menyusun pernyataan esai terhadap objek atau peristiwa halaman 205 yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Disclaimer : Pembahasan soal di atas merupakan panduan untuk belajar, jawaban tidak mutlak benar dan bersifat terbuka sehingga masih dapat dikembangkan.