Pembahasan Soal TKA dan Strategi Menghadapinya: Memahami Relasi Pecahan, Desimal, dan Persen dalam Soal Kontekstual Matematika -Bagi banyak peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA), soal Matematika yang melibatkan pecahan, persen, dan desimal secara bersamaan sering terasa membingungkan. Bukan karena konsepnya terlalu sulit, melainkan karena ketiga bentuk bilangan tersebut muncul dalam satu soal dan harus diproses secara berurutan.
Soal TKA Matematika Tahun 2025 nomor 3 yang akan kita bahas dalam artikel ini adalah contoh yang sangat kuat. Ceritanya sederhana, dekat dengan dunia sekolah, dan datanya terlihat rapi. Namun di balik itu, soal ini menguji kemampuan penting yang sering diremehkan, yaitu menghubungkan berbagai bentuk bilangan rasional dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data tersebut.
Kami sering menjumpai peserta yang sebenarnya paham pecahan, paham persen, dan paham desimal, tetapi tetap salah menjawab karena:
-
Tidak menyatukan bentuk bilangan terlebih dahulu
-
Terburu-buru menjumlahkan tanpa konsep
-
Tidak memeriksa apakah total sudah masuk akal
Melalui artikel ini, kami ingin menemani kamu memahami cara berpikir yang diharapkan oleh TKA, bukan sekadar mengikuti langkah hitung. Kami menulis sebagai rekan belajar, bukan penguji, agar kamu bisa merasa lebih tenang dan percaya diri.
Gambaran Umum Soal TKA Matematika Tahun 2025
Mengapa Relasi Pecahan, Persen, dan Desimal Penting?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui:
-
Diskon dalam bentuk persen
-
Data statistik dalam bentuk desimal
-
Pembagian dalam bentuk pecahan
TKA memanfaatkan hal ini untuk menguji apakah peserta mampu:
-
Mengonversi berbagai bentuk bilangan
-
Menafsirkan data dengan benar
-
Menggunakan logika matematika secara kontekstual
Soal ini tidak meminta rumus rumit. Ia meminta ketelitian, keteraturan berpikir, dan pemahaman konsep dasar.
Identitas Soal TKA Matematika Tahun 2025
Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita pahami spesifikasi soal secara menyeluruh.
Spesifikasi Soal
Elemen: Bilangan
Sub-elemen: Bilangan Rasional
Kompetensi: Relasi berbagai bentuk pecahan (pecahan sederhana, desimal, persen)
Level Kognitif: Pengetahuan dan Pemahaman
Konteks: Masalah sehari-hari
Tipe Soal: Pilihan Ganda
Nomor Soal: 3
Dari spesifikasi ini, kita bisa menarik kesimpulan awal bahwa soal:
-
Tidak menguji analisis tingkat tinggi
-
Menguji kemampuan konversi dan perbandingan
-
Menuntut pemahaman hubungan antar bentuk bilangan
Memahami Indikator Soal Secara Mendalam
Indikator soal menyatakan bahwa:
Disajikan sebuah teks cerita, siswa dapat menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung pecahan, siswa dapat membandingkan pernyataan dengan benar.
Ada dua kemampuan inti yang diuji:
-
Menyelesaikan operasi hitung dengan berbagai bentuk pecahan
-
Membandingkan dan mengevaluasi informasi dalam cerita
Soal ini bukan sekadar soal hitung, tetapi soal pengambilan keputusan berbasis data numerik.
Membaca dan Memahami Pokok Soal
Mari kita baca kembali soal secara utuh:
Di SD Harapan Jaya, diadakan pendataan hobi olahraga siswa.
Dari 100 siswa yang didata terdapat siswa yang suka voli 1/4 bagian,
yang menyukai sepak bola 35%, dan 0,2 menyukai sepak takraw,
sedangkan sisanya menyukai bulu tangkis.Berapa jumlah siswa yang menyukai bulu tangkis?
Pada tahap ini, kami sangat menyarankan satu kebiasaan penting dalam TKA:
jangan langsung menghitung sebelum memahami struktur informasi soal.
Mengidentifikasi Informasi Penting dalam Soal
Dari teks soal, kita memperoleh data berikut:
-
Total siswa = 100
-
Suka voli = 1/4 bagian
-
Suka sepak bola = 35%
-
Suka sepak takraw = 0,2
-
Sisa = suka bulu tangkis
Perhatikan baik-baik: data disajikan dalam tiga bentuk bilangan yang berbeda. Inilah inti tantangan soal.
Mengapa Bentuk Bilangan Harus Diseragamkan?
Kesalahan umum peserta adalah langsung menjumlahkan:
-
1/4 + 35% + 0,2
Cara ini sangat berisiko, karena:
-
Bentuk bilangan berbeda
-
Makna nilai bisa keliru
-
Sulit memastikan hasil masuk akal
Dalam TKA, langkah aman dan dianjurkan adalah menyamakan bentuk bilangan terlebih dahulu.
Strategi Utama: Mengubah Semua Data Menjadi Jumlah Siswa
Karena total siswa sudah jelas, yaitu 100 orang, maka strategi paling efektif adalah:
-
Mengubah semua pecahan, persen, dan desimal menjadi jumlah siswa
Strategi ini:
-
Menghindari kesalahan konversi
-
Lebih kontekstual
-
Mudah diverifikasi
Langkah 1: Menghitung Jumlah Siswa yang Menyukai Voli
Voli = 1/4 bagian dari 100 siswa
Perhitungannya:
-
100 × 1/4 = 25
Artinya, terdapat 25 siswa yang menyukai voli.
Langkah 2: Menghitung Jumlah Siswa yang Menyukai Sepak Bola
Sepak bola = 35% dari 100 siswa
Perhitungannya:
-
35% × 100 = 35
Artinya, terdapat 35 siswa yang menyukai sepak bola.
Langkah 3: Menghitung Jumlah Siswa yang Menyukai Sepak Takraw
Sepak takraw = 0,2 dari 100 siswa
Perhitungannya:
-
0,2 × 100 = 20
Artinya, terdapat 20 siswa yang menyukai sepak takraw.
Menentukan Jumlah Siswa yang Menyukai Bulu Tangkis
Setelah kita mengetahui jumlah siswa untuk tiga hobi olahraga, langkah terakhir adalah mencari sisanya.
Jumlah siswa total = 100
Jumlah siswa yang sudah terdata:
-
Voli = 25
-
Sepak bola = 35
-
Sepak takraw = 20
Total sementara:
25 + 35 + 20 = 80
Maka, jumlah siswa yang menyukai bulu tangkis:
100 − 80 = 20 siswa
Menentukan Jawaban yang Tepat
Dengan hasil perhitungan tersebut, jawaban yang benar adalah:
20
Ini sesuai dengan kunci jawaban resmi.
Mengapa Opsi Jawaban Lain Salah?
Soal TKA selalu menyertakan opsi pengecoh yang logis. Mari kita pahami mengapa pilihan lain tidak tepat.
-
25
Ini kemungkinan dipilih oleh peserta yang hanya menghitung pecahan 1/4 dan mengira itu jawaban akhir. -
35
Biasanya dipilih oleh peserta yang salah memahami pertanyaan dan mengambil data sepak bola. -
2
Ini sering muncul akibat kesalahan membaca 0,2 sebagai 2 siswa.
Dengan memahami alasan salahnya opsi lain, kamu akan lebih tahan terhadap jebakan soal serupa.
Pelajaran Penting dari Soal Ini
Soal ini mengajarkan satu prinsip kunci dalam TKA Matematika:
Samakan bentuk bilangan sebelum mengambil keputusan.
Baik itu pecahan, persen, atau desimal, semuanya harus dipahami dalam satu kerangka yang sama.
Kesalahan Umum Peserta dalam Soal Relasi Pecahan, Persen, dan Desimal
Berdasarkan pengalaman kami, kesalahan yang sering terjadi antara lain:
-
Menjumlahkan bentuk bilangan yang berbeda
-
Salah mengonversi persen ke pecahan
-
Salah membaca desimal
-
Tidak memeriksa total akhir
Soal ini sebenarnya mudah jika dikerjakan dengan urutan yang benar.