Berikut Merupakan 12 Super Car Tercepat di Dunia!

Berita Warganet – Berikut Merupakan 12 Super Car Tercepat di Dunia!. Bicara tentang super car, berarti bicara soal kecepatan. Selain desain ciamik, performa di lintasan memang jadi aspek penting yang menentukan.

Tak heran jika kemudian para brand ternama terus berinovasi demi menghasilkan model yang mampu melesat secepat kilat di jalanan.

Parameternya terus merangkak. Dari 200 mil perjam, 250, 270, kini bahkan sudah melampaui batas 300 mil perjam (482 kmj).

Namun, persaingan menuju rekor tak jarang menghadirkan kontroversi.

Terkini menimpa SSC Tuatara, yang dianggap memanipulasi data saat melampaui catatan Koenigsegg Agera RS pada Oktober 2020.

Terlepas dari semua itu, tak diragukan bahwa deretan super car tersebut mampu melaju dengan kecepatan jauh di atas rata-rata.

Pada artikel ini, Berita Warganet coba mengulas 12 di antaranya.

Sebagai pengingat, daftar ini tak memasukkan concept car, atau model yang belum rilis, macam Koenigsegg Jesko atau Hennessey Venom F5.

Baca Juga :

12. McLaren F1

Salah satu super car terbaik yang pernah diproduksi. Dilengkapi mesin naturally aspirated 12 silinder yang menghasilkan 618 daya kuda dan torsi 479 pound-feet.

McLaren F1 berakselerasi 0-60 mil perjam hanya dalam 3,2 detik. Catatan itu merupakan yang tercepat pada masanya. Kecepatan maksimal mencapai 240 mil perjam (386 kmj).

11. Koenigsegg CC Series

Satu dari sekian banyak model Koenigsegg yang diperhitungkan sebagai supercar tercepat. CC Series membuka jalan bagi brand Swedia itu menuju panggung adu speed dunia.

Baca Juga :  Harga Hyundai Santa Fe 2022, Review Spesifikasi dan Interior

Mulai dari CC Prototype sampai model CCXR, lineup-nya mampu mencatatkan kecepatan maksimum antara 240-250 mil perjam. Mesin dan daya kuda yang dihasilkan juga bervariasi, namun dipastikan garang.

10. McLaren Speedtail

Suksesor McLaren F1 yang sama sekali tak mengecewakan. Model Speedtail ini tetap mempertahankan sejumlah kualitas pendahulunya.

Tiga aspek yang paling menentukan adalah kursi kemudi di tengah khas F1, daya kuda superbesar, 1036, yang dihasilkan mesin v8 twin-turbocharged, dan top speed mencapai 250 mil perjam (402 kmj).

9. Bugatti Veyron

Mencuri perhatian ketika memecahkan rekor kecepatan dunia pada 2005, super car buatan Prancis ini dibekali mesin monster 8,0 liter W16 dengan empat turbocharger.

Tak heran bila daya kudanya menyentuh 1.001, yang membutuhkan kopling ganda tujuh kecepatan otomatis dan sistem penggerak semua roda.

Meski berbobot 4200 pon (1905 kg), Bugatti Veyron tetap mampu melesat 0-60 mil perjam dalam 2,5 detik dan memiliki kecepatan maksimal 253 mil perjam (407 kmj).

8. SSC Ultimate Aero TT

Satu dekade mengembangkan konfigurasi mesin, SSC Ultimate Aero TT akhirnya cocok dengan Corvette V8 twin-turbocharged berkekuatan hampir 1.200 daya kuda.

Model ini sempat memecahkan rekor kecepatan pada 2007, ketika mencatatkan rata-rata 256 mil perjam (411 kmj) di sebuah lintasan di Washington.

Meski sudah dipatahkan sejak lama, pencapaian tersebut tetap sangat penting buat mengukuhkan nama SSC North America di segmen supercar.

7. Bugatti Chiron

Setelah Veyron, Bugatti kembali melahirkan super car monster bernama Chiron pada 2016. Mesin W16-nya kini diperkuat dan mampu menghasilkan 1.479 daya kuda.

Baca Juga :  Ford Raptor Ranger Hadir di Indonesia, Pecinta Raptor diharap Bersabar

Bugatti Chiron diketahui memiliki kecepatan maksimal 261 mil perjam (420 kmj). Namun, itu masih kalah dengan edisi spesial Veyron, yang bakal diperkenalkan setelah ini.

6. Bugatti Veyron Super Sport

Hanya diproduksi sebanyak 30 unit, Bugatti Veyron Super Sport sudah pasti supercar istimewa. Model ini menghasilkan lebih banyak daya kuda, dengan aerodinamis meningkat dibanding versi standarnya.

Tak heran jika top speed-nya menyentuh 267 mil perjam (429 kmj). Angka itu cukup membuat Bugatti Veyron Super Sport jadi mobil produksi tercepat di dunia pada 2010.

5. Hennessey Venom GT

Supercar volume rendah asal Amerika Serikat ini dirakit berdasarkan sasis Lotus Exige, memiliki bodi sangat ringan namun tetap stabil saat digeber pada kecepatan tinggi.

Dijejali mesin V8 twin-turbocharged, supercar dengan sistem penggerak roda belakang ini bisa menghasilkan sampai 1.244 daya kuda. Kecepatan maksimalnya adalah 270 mil perjam (434 kmj).

4. Koenigsegg Agera R

Melanjutkan sukses CC Series, Koenigsegg memperkenalkan model baru pada 2011, yang diberi nama Agera.

Versi standarnya, yang dibekali mesin Ford V8 dan output 947 daya kuda, mampu menyentuh 249 mil perjam (400 kmj).

Namun, angka itu meningkat tajam pada model Agera R, dengan top speed 273 mil perjam (439 kmj). Supercar inipun dinobatkan sebagai yang tercepat pada 2011.

Baca Juga :

Baca Juga :  Resep Masakan Puasa Hari 3, Ramadhan 1442 H

 

3. Koenigsegg Agera RS

Empat tahun berselang, Koeningsegg kembali memperbarui model Agera dengan varian RS yang lebih bertenaga dan ringan.

Mesin V8-nya kini mampu menghasilkan 1.341 daya kuda dan kecepatan maksimal rata-rata 278 mil perjam (447 kmj).  Angka itu didapat dalam sebuah tes pada 2017.

Sampai saat ini, Koenigsegg Agera RS masih diakui sebagai mobil produksi tercepat di dunia, meskipun sempat dilampaui beberapa supercar lain.

2. Bugatti Chiron Super Sport 300+

Satu dari dua supercar yang mampu mematahkan catatan Koenigsegg Agera RS, juga yang pertama melampaui batas top speed 300 mil perjam.

Bugatti Chiron Super Sport 300+ sukses menyentuh kecepatan tertinggi 304,7 mil perjam (490 kmj) dalam sebuah tes pada 2019.

Namun, itu tak masuk hitungan resmi karena cuma dilakukan satu arah, dan juga masih berupa prototype saat melakoni tes tersebut.

1. SSC Tuatara

Berbeda dengan Bugatti Chiron Super Sport 300+, supercar Amerika Serikat ini telah memenuhi segala syarat untuk memecahkan rekor kecepatan dunia.

Dalam lesatan satu arah, SSC Tuatara bahkan sempat mencapai top speed 330 mil perjam (531 kmj). Dikombinasikan, kecepatan maksimal rata-ratanya tetap mencengangkan, yakni 316 mil perjam.

Itu sudah jauh melampaui rekor Koenigsegg Agera RS. Masalahnya, angka tersebut jadi kontroversi karena adanya kejanggalan pada sistem telemetri.

Terlepas dari itu, SSC Tuatara tetap yakin bahwa angka tersebut adalah hasil solid. Mereka siap melakukan tes susulan dalam waktu dekat.