Kunci Jawaban Aktivitas 3.3 halaman 68 Proses Kimia IPA SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Beritawarganet.com-Kunci Jawaban Aktivitas 3.3 halaman 68 Proses Kimia IPA SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, beritawarganet.com akan membahas kunci jawaban IPA SMA Kelas 10 halaman 68. Pertanyaan ini bisa warganet temukan pada buku IPA SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka tentang Proses Kimia. Pembahasan berikut bisa warganet simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah warganet kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Daftar Isi

Aktivitas 3.3

Perhatikan diagram proses-proses kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Petunjuk melakukan aktivitas:

Berdiskusilah dalam kelompok masing-masing lalu tulis dan presentasikan hal-hal berikut:

1) Identifikasi proses kimia yang terjadi dalam rumah maupun lingkungan sekitar rumah Kalian merujuk pada Gambar 3.7.

2) Identifikasi hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kimia hijau dan sarankan tindakan yang merupakan solusi yang mendukung penerapan kimia hijau.

3) Buatlah tabel seperti Tabel 3.2. Pada tabel tersebut disajikan satu contoh yang bisa Kalian rujuk dan kembangkan. Tulislah hasil diskusi kelompok dalam tabel tersebut. Komunikasikan hasilnya dalam diskusi kelas.

Jawaban:

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 14 halaman 237 Tabungan dan Investasi IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Identifikasi proses kimia dalam kehidupan sehari-hari terkait hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kimia hijau dan solusinya.

Kimia hijau adalah pendekatan dalam ilmu kimia yang bertujuan mencegah pencemaran sejak awal dengan merancang proses dan produk kimia yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Prinsip kimia hijau menekankan pengurangan bahan berbahaya, penghematan energi, dan pemanfaatan sumber daya terbarukan.

Baca Juga :  Bagaimana cara masuk ke info GTK ?

1. Penggunaan Deterjen Sintetis Berlebihan

 Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Banyak deterjen mengandung surfaktan sintetis, fosfat, dan bahan pemutih kimia.

  • Limbah deterjen menyebabkan eutrofikasi (ledakan alga) di sungai dan danau.

  • Sulit terurai secara alami (non-biodegradable).

 Solusi Kimia Hijau

  • Menggunakan deterjen biodegradable berbahan dasar nabati.

  • Mengurangi takaran pemakaian deterjen.

  • Mengembangkan deterjen bebas fosfat.

2. Pembakaran Sampah Plastik

Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Plastik mengandung polimer sintetis seperti PVC dan polistirena.

  • Pembakaran menghasilkan dioksin, furan, dan gas beracun.

  • Menyebabkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan.

Solusi Kimia Hijau

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

  • Mendaur ulang plastik dengan teknologi ramah lingkungan.

  • Mengembangkan bioplastik dari pati atau selulosa.

3. Penggunaan Pestisida Kimia Sintetis

Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Pestisida mengandung senyawa toksik seperti organofosfat dan karbamat.

  • Membunuh organisme non-target dan mencemari tanah serta air.

  • Residu pestisida berbahaya bagi kesehatan manusia.

Solusi Kimia Hijau

  • Menggunakan pestisida hayati (biopestisida).

  • Menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT).

  • Mengembangkan senyawa pestisida yang mudah terurai.

4. Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Pembakaran bensin dan solar menghasilkan CO₂, CO, NOx, dan SO₂.

  • Menyumbang pemanasan global dan hujan asam.

  • Sumber energi tidak terbarukan.

Solusi Kimia Hijau

  • Mengembangkan energi terbarukan (bioetanol, biodiesel).

  • Menggunakan katalis untuk pembakaran lebih efisien.

  • Beralih ke kendaraan listrik atau hibrida.

5. Pemakaian Bahan Pembersih Rumah Tangga Berbahaya

Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Mengandung amonia, klorin, dan pelarut organik volatil (VOC).

  • Berbahaya bagi kesehatan dan mencemari udara dalam ruangan.

Solusi Kimia Hijau

  • Menggunakan bahan alami seperti cuka, baking soda, dan jeruk nipis.

  • Memilih produk pembersih berlabel eco-friendly.

  • Mengurangi penggunaan bahan kimia keras.

6. Limbah Industri Rumah Tangga (Minyak Jelantah)

Ketidaksesuaian dengan Kimia Hijau

  • Minyak jelantah sering dibuang ke saluran air.

  • Menyebabkan pencemaran dan menyumbat sistem drainase.

 Solusi Kimia Hijau

  • Mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel atau sabun.

  • Mengedukasi masyarakat tentang daur ulang limbah minyak.

Kesimpulan

Banyak aktivitas kimia dalam kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan prinsip kimia hijau karena masih menghasilkan limbah berbahaya, boros energi, dan merusak lingkungan. Melalui penerapan kimia hijau, masyarakat dapat:

  • Mengurangi dampak pencemaran,

  • Meningkatkan efisiensi sumber daya,

  • Menjaga kesehatan manusia dan lingkungan.

Penerapan kimia hijau bukan hanya tanggung jawab industri, tetapi juga dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Warganet gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

Untuk mendapatkan Pembahasan Soal Kurikulum Merdeka lainnya dapat diakses melalui Beritawarganet.com.

You May Also Like