Penyakit Diplopia Marc Marquez Kambuh Lagi, Simak Selengkapnya Apa Itu Diplopia?

Berita Warganet – Penyakit Diplopia Marc Marquez Kambuh Lagi, Simak Selengkapnya Apa Itu Diplopia?. Marquez lagi-lagi mengalami penyakit diplopia (pengelihatan ganda) setelah kecelakaan dahsyat di sesi pemanasan MotoGP Mandalika pada akhir pekan lalu. Insiden itu juga memaksa juara dunia delapan kali tersebut terpaksa absen di balapan itu akibat gegar otak.

Padahal Marquez baru saja pulih dari gangguan serupa yang dideritanya usai kecelakaan motocross pada akhir Oktober silam. Alhasil, rider Spanyol itu mesti absen sekitar tiga bulan sebelum bisa menunggangi motor balap lagi.

Namun, “episode baru” diplopia yang dialami Marc Marquez tampak lebih serius. Bukan tidak mungkin gangguan ini akan mengancam karier Marquez ke depannya.

“Dia itu tidak tergantikan untuk Honda. Aku menyesal untuk dia, karena situasi dia itu bukan situasi yang gampang. Tidak ada yang tahu kapan Marc bisa balapan lagi,” Bradl mengungkapkan kepada Speedweek. “Ini adalah sebuah situasi yang sulit yang mungkin akan diselesaikan dalam beberapa hari atau dalam setahun. Tidak ada yang tahu informasi tepatnya,” sambung dia.

Baca Juga :  Mulai Proses Pengerjaan Produksi, Koenigsegg Jesko Harga Nya Segini !

Marc Marquez diyakini akan absen saat seri ketiga MotoGP 2022 bergulir di Argentina, April mendatang. Repsol Honda belum mengonfirmasi siapa pengganti Marquez.

“Tapi setelah kecelakaan saat pemanasan, rasanya aku bisa saja segera dihubungi. Itu logis sih. Saat mereka memanggilku, aku akan siap,” kata Bradl.

“Termas de Rio Hondo itu lintasan yang paling mudah karena tidak banyak menuntut secara fisik. Tapi sepekan kemudian ada seri Austin, yang sebalikannya. Lintasan di Argentina akan menjadi lintasan yang bagus untuk pemanasan dan memasuki mode balapan, jika aku dipanggil,” sambung rider Jerman itu mengenai potensi menggantikan Marc Marquez.

Apa itu diplopia?

Lalu Apa Sebenarnya Diplopia itu?

Dilansir dari Medical News Today, penglihatan ganda atau diplopia adalah masalah kesehatan mata yang menyebabkan seseorang melihat dua bayangan terpisah dari objek yang sama. Salah satu gambarnya lebih redup dan disebut “gambar hantu”. Diplopia kerap dikira sebagai penglihatan kabur.

Diplopia dapat mempengaruhi satu atau kedua mata, yakni diplopia monokular dan diplopia_binokular. Pada diplopia_monokular, bayangan ganda tetap ada meskipun salah satu matanya tertutup.  Sementara itu, orang yang memiliki diplopia_binokular melihat dua bayangan hanya ketika kedua matanya terbuka.

Baca Juga :  Bingkai Foto HUT Kabupaten Jepara ke-473, Rekomendasi 2022

Penyebab diplopia Mata

mampu menciptakan citra lingkungannya sendiri. Otak menggabungkan representasi dari setiap mata dan melihatnya sebagai satu gambaran yang jelas. Untuk menciptakan persepsi yang mendalam, setiap mata harus bekerja sama.

Apa pun yang mengganggu proses ini dapat menyebabkan diplopia, yang dapat berupa kerusakan saraf atau otot. Penyakit tertentu juga dapat melemahkan otot-otot yang menggerakkan mata.  Kerusakan pada otot yang menggerakkan mata atau saraf yang mengontrol gerakan mata juga bisa menjadi penyebab diplopia. Secara lebih rinci, berikut adalah penyebab masing-masing jenis diplopia.

Penyebab diplopia binokular

Penyebab umum dari diplopia_binokular adalah juling atau strabismus.

Kondisi ini terjadi ketika mata tidak sejajar. Strabismus relatif sering terjadi pada anak-anak.  Namun, kondisi tersebut tidak selalu mengakibatkan penglihatan ganda. Kondisi lain yang dapat menyebabkan diplopia_binokular adalah:

  • Disfungsi tiroid
  • Stroke atau serangan iskemik transien
  • Aneurisma
  • Insufisiensi konvergensi, mata tidak bekerja sama dengan benar
  • Diabetes Myasthenia gravis, kelemahan pada otot-otot, termasuk yang mengontrol mata
  • Tumor dan kanker otak
  • Multiple sclerosis (MS)
  • Mata hitam, darah dan cairan terkumpul di sekitar mata
  • Cedera kepala

Penyebab diplopia monokular

Baca Juga :  Bingkai Foto HUT Kabupaten Jeneponto ke-159, Rekomendasi 2022

Diplopia_monokular lebih jarang terjadi. Berikut adalah kondisi yang menjadi penyebab_diplopia monokular:

  • Astigmatisme, kornea berbentuk tidak beraturan
  • Keratoconus, kornea menjadi tipis dan berbentuk kerucut.
  • Kelainan retina
  • Katarak.

Gejala diplopia

Dilansir dari WebMD, berikut adalah gejala_diplopia yang umum terjadi:

  • Satu atau kedua mata tidak sejajar
  • Sakit saat menggerakkan mata
  • Rasa sakit di sekitar mata, seperti di pelipis atau alis
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kelemahan di mata
  • Kelopak mata turun

Pengobatan diplopia

Sebelum menjalani perawatan, penting untuk mengetahui penyebab_diplopia. Dalam banyak kasus, masalah penglihatan, seperti_diplopia, dapat diatasi setelah menangani masalah yang mendasarinya. Dilansir dari Healthline, berikut adalah pengobatan diplopia yang paling umum:

  • Lensa korektif: Kacamata atau lensa khusus dapat memperbaiki masalah penglihatan.
  • Penutup mata: Menutupi salah satu mata dapat menghentikan penglihatan ganda. Meskipun bukan solusi jangka panjang, penutup mata dapat membantu mengatasi penglihatan ganda hingga ada solusi yang lebih permanen.
  • Latihan mata: Jika masalah penglihatan adalah akibat dari otot mata yang tegang atau melemah, dokter dapat memberi “latihan” yang akan membantu mendapatkan kembali kekuatan otot mata.
  • Pembedahan: Bergantung pada penyebabnya, pasien mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki masalah pada mata.