Jawaban Tugas Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur

Jawaban Tugas Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur

Jawaban Tugas Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur – Halo sobat, dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai mengenai jawaban tugas menyunting teks cerita pendek dengan memperhatikan unsur-unsur halaman 135 yang terdapat pada buku bahasa indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Sebelum masuk dalam pembahasan soal, bacalah terlebih dahulu pembahasan soal di bawah sehingga dapat menjadi acuan dalam menjawab soal. Untuk pembahasan selengkapnya mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

Jawaban Tugas Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur Halaman 135

Kegiatan 2

Menyunting Teks Cerita Pendek dengan Memperhatikan Unsur-Unsur

Menulis karangan, baik itu berupa cerita ataupun jenis karangan yang lain jarang yang bisa sekali jadi. Akan ada saja kesalahan atau kekeliruan yang harus diperbaiki. Mungkin hal itu berkaitan dengan isi tulisan, sistematikanya, keefektifan kalimat, kebakuan kata, ataupun ejaan/tanda bacanya. Oleh karena itu, peninjauan ulang atau langkah penyuntingan atas karangan yang telah kita buat, merupakan sesuatu yang penting dilakukan.

Berikut beberapa persoalan yang perlu diperhatikan berkenaan dengan penyempurnaan karangan.

1. Apakah ide yang dikemukakan dalam karangan itu sudah tepat atau tidak, dan sudah padu atau belum?

2. Apakah sistematika penulisannya sudah benar atau perlu perbaikan? Uraian yang bolak-balik dan banyaknya pengulangan tentu akan menjadikan karangan itu tidak menarik.

3. Apakah karangan itu bertele-tele atau terlalu sederhana? Karangan yang bertele-tele, haruslah disederhanakan. Namun, sebaliknya apabila karangan itu terlalu sederhana, perlulah dikembangkan lagi.

4. Apakah penggunaan bahasanya cukup baik atau tidak? Perhatikan keefektifan kalimat dan kejelasan makna kata-katanya! Buku ejaan, tata bahasa, dan kamus, perlu dijadikan pendamping. Buku-buku tersebut dapat dijadikan rujukan, terutama ketika ingin memastikan kebenaran atau ketepatan penggunaan bahasa.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Apakah Cerita Fantasi? Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 37 SMP/MTS BAB 2 Berkelana di Dunia Imajinasi, Kurikulum Merdeka

Tugas

1. Marilah berlatih menyunting penggalan cerita berikut!

a. Perhatikanlah isi, struktur, dan aspek kebahasaan dari cuplikan cerita berikut!

b. Dengan berdiskusi, perbaikilah beberapa kesalahan yang ada di dalamnya berdasarkan petunjuk-petunjuk berikut.

1) Ada kata yang harus dimiringkan penulisannya karena kata itu masih berupa kata asing. Tunjukkanlah kata itu dan perbaikilah.

2) Ada kalimat yang salah di dalam penggunaan tanda baca akhirnya. Tunjukkan kalimat yang dimaksud dan perbaikilah.

3) Ada kalimat yang tidak efektif karena tidak mengandung subjek. Tunjukkan kalimat yang dimaksud dan perbaikilah.

4) Ada tanda koma yang harus dibubuhkan setelah kata seru. Tunjukkanlah kata seru yang dimaksud dan perbaikilah.

5) Ada penulisan nama orang yang salah ejaannya. Tunjukkanlah nama itu dan perbaikilah.

c. Bacakanlah hasil-hasil perbaikan kelompokmu terhadap cuplikan  novel tersebut untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok lain.

Lelaki tua itu selalu suka mengenakan lencana merah putih yang disematkan di bajunya. Di mana saja berada, lencana merah putih selalu menghiasi penampilannya.

Ia memang seorang pejuang yang pernah berperang bersama para pahlawan di masa penjajahan sebelum bangsa dan negara ini merdeka. Kini semua teman seperjuangannya telah tiada. Sering ia bersyukur karena mendapat karunia umur panjang. Ia bisa menyaksikan rakyat hidup dalam kedamaian.

Tak lagi dijajah oleh bangsa lain. Tidak lagi berperang gerilya keluar masuk hutan. Tapi ia juga sering meratap-ratap setiap kali membaca koran yang memberitakan keadaan negara ini semakin miskin akibat korupsi yang telah dianggap wajar bagi semua pengelola negara.

Banyak kekayaan negara juga dikuras habis-habisan oleh perusahaan-perusahaan asing yang berkolaborasi dengan elite politik. Kini, semua elite politik hidup dalam kemewahan, persis seperti para pengkhianat bangsa sebelum negara ini merdeka. Dulu, pada masa penjajahan, para pengkhianat bangsa menjadi mata-mata Kompeni.

Baca Juga :  Jawaban Post Tes Modul 3 Merancang Projek Penguatan Profil Pancasila

Mereka tega mengorbankan anak bangsa sendiri demi keuntungan pribadi. Mereka mendapat berbagai fasilitas mewah. Seperti rumah, mobil dan juga perempuan-perempuan cantik. Ia tiba-tiba teringat pengalamannya membantai sejumlah pengkhianat bangsa di masa penjajahan.

Saat itu ia ditugaskan oleh Jenderal Sudirman untuk membersihkan negara ini dari pengkhianat bangsa yang telah tega mengorbankan siapa saja demi keuntungan pribadi. ”Para pengkhianat bangsa adalah musuh yang lebih berbahaya dibanding Kompeni. Mereka tak pantas hidup di negara sendiri. Kita harus menumpasnya sampai habis. Mereka tak mungkin bisa diajak berjuang karena sudah nyata-nyata berkhianat,” Jenderal Sudirman berbisik di telinganya ketika ia ikut bergerilya di tengah hutan.

Ia kemudian bergerilya ke kota-kota menumpas kaum pengkhianat bangsa. Ia berjuang sendirian menumpas kaum pengkhianat bangsa. Dengan menyamar sebagai penjual tape singkong dan air perasan tape singkong yang bisa diminum sebagai pengganti arak atau tuak,ia mendatangi rumah-rumah kaum pengkhianat bangsa. Banyak pengkhianat bangsa yang gemar membeli air perasan tape singkong.

Dasar kaum pengkhianat, senangnya hanya mengumbar nafsu saja. Ia begitu dendam kepada kaum pengkhianat bangsa. Mereka harus ditumpas habis dengan cara apa saja. Dan ia memilih cara paling mudah tapi sangat ampuh untuk menumpas kaum pengkhianat

bangsa. Air perasan tape singkong sengaja dibubuhi racun yang diperoleh dari seorang sahabatnya berkebangsaan Tionghoa yang sangat mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Entah terbuat dari bahan apa, racun itu sangat berbahaya. Jika dicampur dengan air perasan tape singkong, lalu diminum, maka dalam waktu dua jam setelah meminumnya, maka si peminum akan tertidur untuk selamanya. Tak ada yang tahu, betapa kaum pengkhianat bangsa tewas satu persatu setelah menenggak air perasan tape singkong yang telah dicampur dengan racun.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 8.3 199 200 dan 201 Pemanasan Global Konsep dan Solusi IPA SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Dokter-dokter yang menolong mereka menduga mereka mati akibat serangan jantung. Dukun-dukun yang mencoba menolong mereka menduga mereka mati akibat terkena santet. Pemuka-pemuka agama yang mencoba menolong mereka menduga mereka mati akibat kutukan Tuhan karena mereka telah banyak berbuat dosa.

JAWABAN :

1) Banyak kekayaan negara juga dikuras habis-habisan oleh perusahaan-perusahaan asing yang berkolaborasi dengan (elite) politik.

2) Mereka harus ditumpas habis dengan cara apa saja, dan ia memilih cara paling mudah tapi sangat ampuh untuk menumpas kaum pengkhianat bangsa.

3) Jika dicampur dengan air perasan tape singkong, lalu diminum oleh para (pengkhianat), maka dalam waktu dua jam setelah meminumnya, maka si peminum akan tertidur untuk selamanya.

4) Tidak terdapat tanda seru pada teks bacaan.

5) Mereka tak mungkin bisa diajak berjuang karena sudah nyata-nyata berkhianat,” (Jenderal Sudirman) berbisik di telinganya ketika ia ikut bergerilya di tengah hutan.

Kesimpulan

Nah sobat, itulah pembahasan mengenai jawaban tugas menyunting teks cerita pendek dengan memperhatikan unsur-unsur halaman 135 yang terdapat pada buku bahasa indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017.

Disclaimer :  Jawaban yang telah dibahas di atas bukan jawaban yang mutlak benar, akan tetapi artikel ini diharapkan dapat membantu sobat dalam belajar.

Baca Juga :