Fungsi Debit dan Kredit

Dalam membuat pencatatan transaksi dalam operasional perusahaan, jumlah
sisi debit dan kredit haruslah sama dan jika tidak seimbang antara jumlah
keduanya, maka pihak akuntan telah melakukan suatu kesalahan dalam
memasukan (posting) nominal di dalam pengerjaan pembukuan. Kesalahan
inilah yang akan dapat menyebabkan siklus akuntansi tidak bisa berjalan
dengan maksimal, sehingga akan berpengaruh terhadap posisi aktiva
maupun pasiva yang tidak menunujukan nilai yang sebenarnya

Secara umum, fungsi debit dan kredit adalah untuk menggambarkan posisi keuangan dan memberi makna dari setiap pencatatan yang terjadi atas transaksi yang telah terjadi selama periode tertentu.

Berdasarkan alasan tersebut fungsi debit dan kredit, adalah untuk:

Dasar pencatatan transaksi

Didalam perusahaan, sebuah bisnis pasti mengalami atau melakukan transaksi baik transaksi secara internal maupun eksternal. Transaksi transaksi tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan keuangan. Pembuatan laporan keuangan tersebut untuk mengetahui laju keluar masuknya dana perusahaan untuk meminimalisir kemungkinan over budged pada kategori akun tertentu. Dengan demikian, akun akun yang terdapat dalam perusahaan dapat terkontontrol dari segi penilaian melalui pencatatan dengan aturan debit dan kredit.

Baca Juga :  Download Daftar 147 Fintech Lending atau Pinjol Berizin OJK

Mengartikan setiap pencatatan akun

Dengan dasar pencatatan menggunakan debit kredit, maka setiap
transaksi yang terjadi dan dicatat akan memberikan arti dari kondisi
akun tersebut, tanpa harus dijabarkan secara terperinci pengaruh yang terjadi atas transaksi terhadap akun. Sehingga setiap transaksi hanya
cukup dianalisis dan kemudian dicatat dengan konsep debit dan kredit.

Baca Juga :  Jual Emas di Pasar Forex : Hal yang Mempengaruhi Harga Emas

Menggambarkan kondisi perusahaan

Untuk melihat kondisi perusahaan secara keseluruhan, pihak akuntan
perlu membuat format laporan dan pembukuan debit kredit terkait
dengan debit dan kredit pada keuangan perusahaan. Dari laporan
tersebut dapat disimpulkan oleh perusahaan, apakah perusahaan sedang
mengalami keuntungan atau kerugian. Selain itu perusahaan juga dapat
melihat kas yang keluar dan kas yang masuk pada suatu periode tertentu.

Baca Juga :  Manajemen Sumber Daya Manusia Bisnis Ritel