Kunci Jawaban Uji Kompetensi halaman 88 Kebinekaan Indonesia PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Beritawarganet.com-Kunci Jawaban Uji Kompetensi halaman 88 Kebinekaan Indonesia PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka.

Kali ini, beritawarganet.com akan membahas kunci jawaban PPKn SMP Kelas 7 halaman 88. Pertanyaan ini bisa warganet temukan pada buku PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka tentang Kebinekaan Indonesia. Pembahasan berikut bisa warganet simak untuk mencocokan dengan jawaban yang telah warganet kerjakan sebelumnya. Jadi, silahkan kerjakan terlebih dahulu secara mandiri ya???

Uji Kompetensi

1. Selama ini ada anggapan bahwa laki-laki selalu lebih kuat dibanding perempuan. Karena itu dalam memilih pimpinan seperti ketua kelas, ketua kelompok, kepala desa, hingga kepala daerah dan kepala negara sering mementingkan yang laki-laki, walaupun ada perempuan yang baik untuk menjadi pemimpin. Ada yang menggunakan ayat agama yang menyebutkan ‘laki-laki itu pemimpin perempuan’ sebagai alasan, walaupun ada ayat yang juga sangat jelas bahwa ‘yang paling mulia di sisi Tuhan adalah yang bertakwa’ baik perempuan atau laki-laki.

Bagaimana pandangan kalian tentang itu? Lalu bagaimana caranya meningkatkan kesadaran gender?

Jawaban:

Baca Juga :  Jawaban Soal tentang Topik C: Perkembangbiakan Tumbuhan

Pentingnya punya kesadaran bahwa belum tentu,wanita tidak bisa menjadi seorang pemimpin/memimpin suatu kelompok.

Dengan cara memberi kesempatan,adalah suatu hal yang dapat membuat seorang wanita memimpin dengan caranya sendiri,dan mampu bertanggung jawab. Walaupun pada dasarnya dan memang kenyataannya adalah pria lebih kuat dan tangguh dari wanita.

Pandangan mengenai hal tersebut yakni pada saat ini lebih melihat kemampuan, kecakapan seseorang dalam menangani sebuah perkerjaan, hal ini menjadi lebih utama dibandingkan gender.

Jadi di satu tempat tidak selalu laki-laki yang menjadi pemimpin misalnya terdapat ketua kelas wanita, ini menunjukan dikelasnya dia dipercaya dapat melaksanakan itu dengan baik.

Baca Juga :  Teks Khutbah Idul Fitri 2022 Singkat, Tema Mempererat Silaturahmi di Hari Lebaran

Untuk meningkatkan kesadaran gender, perlu adanya sosialisasi terkait kesetaraan gender.

Sehingga hal tersebut dapat membuka wawasan pikiran untuk tidak selalu memandang bahwa laki-laki lebih hebat dibanding perempuan.

2. Ada orang-orang di beberapa daerah yang mengajak warga setempat untuk menolak pendatang, seolah-olah Tuhan menciptakan bumi ini hanya mereka sendiri. Padahal banyak warga pendatang telah berjasa untuk ikut memajukan daerah tersebut baik secara sosial seperti di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan dan ekonomi.

Bagaimana menyadarkan masyarakat bahwa beragamnya warga termasuk para pendatang akan membuat daerah tersebut maju, sedangkan menolak keragaman penduduk akan membuat suatu daerah akan terus terbelakang?

Jawaban:

Dengan cara bermusyawarah dan menunjukkan kepada orang” tersebut bahwa warga pendatang tidak selalu membawa dampak negatif dan pada kenyataannya mereka lah yang dibutuhkan untuk memajukan serta mensejahterakan rakyat yang dilihat dari jasa” mereka selama ini.

Peran pemimpin desa atau daerah setempat sangatlah penting untuk mengedukasi warga, bahwa dunia akan terus melangkah maju, dan suatu saat mereka akan membutuhkan hal tersebut.

Baca Juga :  Jawaban Ayo Kita Berlatih 7.1 Matematika Kelas 8 Halaman 68 Semester 2

Hal tersebut dilakukan untuk kemajuan daerah secara umum, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya pendatang justru dapat mempermudah pemerintah dalam memberikan bantuan teknologi ataupun sarana prasarana bagi daerah pelosok.

3. Setiap umat beragama harus sangat yakin dengan ajaran agamanya masing-masing. Namun setiap pemeluk suatu agama juga harus menghormati pemeluk agama lain karena agama juga mengajarkan bahwa ‘bagiku agamaku, dan bagimu agamamu’.

Bagaimana kalian menjalankan dua prinsip itu?

Jawaban:

Ketika menjalankan agama yang sudah dipercaya dan dianut maka harus sepenuh hati.

Namun hal tersebut tidak membuat rasa toleransi terhadap agama lain menjadi berkurang.

Toleransi beragama tersebut dapat dilakukan dengan cara menghormati dan tidak mengganggu ketika agama lain sedang berdoa maupun beribadah.

Dua prinsip tersebut harus dipegang tanpa melanggar norma agama satu sama lain, karena masing-masing punya kepercayaan.

Sehingga tidak akan terjadi perpecahan dan tidak ada pihak yang dirugikan.

 

 

Disclaimer:

1. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet tidak mutlak kebenarannya

2. Unggahan ini bisa Warganet gunakan sebagai salah satu acuan dalam mengerjakan soal bukan sebagai acuan utama

3. Kunci jawaban pada unggahan Beritawarganet mungkin akan berbeda dengan pembahasan di sekolah atau penunjang lain

Untuk mendapatkan Pembahasan Soal Kurikulum Merdeka lainnya dapat diakses melalui Beritawarganet.com.