Jenis-Jenis Transaksi dan Langkah – Langkah Menganalisis Transaksi

Dalam aktivitas transaksi, dibutuhkan setidaknya dua pihak yang berbeda
yang saling membutuhkan. Aktivitas transaksi biasanya juga melibatkan
produk/jasa maupun berbagai macam hal tertentu yang dimiliki oleh satu
pihak dan tidak dimiliki oleh pihak lainnya.

Berdasarkan jenis dan lingkupnya, transaksi dalam suatu badan
usaha/organisasi dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

Transaksi Internal (Intern Transaction)

Transaksi internal adalah sebuah transaksi yang terjadi didalam
perusahaan yang melibatkan personalia yang terdapat di dalamnya.

Transaksi internal juga dapat diartikan sebagai bukti pencatatan atas
kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan yang hanya
melibatkan pihak-pihak dalam.

Transaksi internal lebih menekankan pada perubahan posisi keuangan yang mencangkup dalam perusahaan.

Misalnya memo dari pimpinan kepada seorang karyawan, perubahan
nilai keuangan yang disebabkan oleh adanya kerugian, penggunaan
perlengkapan kantor, pembayaran gaji karyawan, dan transaksi internal
lainnya.

Transaksi internal terhadap keuangan dibuat dan dikeuarkan
oleh perusahaan itu sendiri.

Transaksi Eksternal (Ekstern Transaction)

Transaksi eksternal adalah adalah suatu transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan atau organisasi lain.

Transaksi eksternal juga dapat diartikan sebagai bukti pencatatan atas kegiatan-kegiatan yang terjadi pada perusahaan yang berhubungan dengan pihak luar dari perusahaan tersebut.

Transaksi eksternal akan mempengaruhi posisi keuangan secara keseluruhan dari perusahaan.

Contoh transaksi yang melibatkan organisasi luar di antara menjual barang/jasa ke pelanggan sebagai bentuk operasional utama perusahaan, membeli barang dagangan dari pemasok, membayar pajak ke instansi yang dituju, dan transaksi eksternal lainnya.

Dengan demikian, pemahaman yang benar tentang transaksi keuangan
menjadi hal yang penting, supaya pengolahan data keuangan menghasilkan informasi keuangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Pengertian Sistem Utama Engine dan Mekanisme Katup

Oleh karena itu, transaksi yang terjadi selama periode tertentu perlu dianalisis berdasarkakan jenis dan bidang yang dipengaruhi atas transaksi tersebut.

Langkah – Langkah Menganalisis Transaksi

Adapun langkah-langkah yang harus di lakukan dalam menganalisis
sebuah transaksi adalah:

  1. Tentukan jenis transaksi yang terkait dengan lingkup kegiatannya.
    Setelah mengumpulkan data dari transaksi yang telah dilakukan,
    pihak perusahaan harus mengidentifikasi jenis-jenis transaksi, mana
    yang termasuk jenis transaksi internal maupun transaksi ekternal.
  2. Tentukan pengaruh suatu transaksi pada jenis akun yang tergolong
    aset, kewajiban, ekuitas pemilik, maupun pengaruh jenis akun
    lainnya.
  3.  Tentukan pengaruh transaksi tersebut pada setiap akun, apakah akun
    tersebut mengalami kenaikan atau penurunan
  4. Tentukan apakah kenaikan atau penurunan akun tersebut harus
    dicatat di sebelah debit atau kredit.