Teknik Pembibitan Tanaman Hias

Pengertian penyemaian/pembibitan

Biji/benih sebelum ditanam sebaiknya dilakukan penyemaian/pembibitan terlebih dahulu.

a. Penyemaian adalah menanam/menaburkan benih (biji) di pesemaian untuk menghasilkan bibit sebagai bahan tanam tanaman yang akan ditanam lagi di lapang/di wadah penanaman.

b. Pembibitan adalah suatu proses penyediaan bahan tanam yang berasal dari benih tanaman ( biji tanaman berkualitas baik) atau bahan tanam yang berasal dari organ vegetatif tanaman untuk menghasilkan bibit (bahan tanam yang siap untuk ditanam di lapang/wadah penanaman).

dok Pribadi – Berita Warganet

Penyemaian/pembibitan dibuat dengan maksud :

  • Memudahkan dalam pemeliharaan, khususnya kegiatan penyiraman
  • Penyiapan media tanam yang digunakan akan menjadi lebih baik
  • Biaya dan tenaga kerja yang dibutuhkan relatif menjadi lebih sedikit
  • Memudahkan dalam melakukan seleksi/pemilihan tanaman
  • Pada jenis tanaman tertentu dengan pindah tanam dapat diperoleh pertumbuhan dan hasil panen/penampilan yang lebih baik.

Baca Juga Jenis dan Karakteristik Pupuk Untuk Tanaman Hias

Untuk mendapatkan hasil yang optimum seperti yang diharapkan maka pemakaian benih/biji sebagai bahan tanam yang akan disemaikan sebaiknya menggunakan benih yang bermutu dari varietas unggul.

Yang dimaksud dengan benih bermutu adalah benih yang mempunyai daya kecambah tinggi, murni yaitu tidak tercampur dengan varietas lain, tidak mengandung kotoran, warna dan berat biji seperti yang dikehendaki, mencapai tingkat kemasakan yang optimal, Tingkat keseragaman tinggi baik warna, ukuran dan bentuk, bebas dari kerusakan biji, dan bebas dari penyakit benih bawaan. Pemakaian benih bersertifikat sangatlah dianjurkan untuk mendapatkan hasil bibit/bahan tanam yang berkualitas. Sedangkan varietas unggul mempunyai sifat produksi tinggi, umurnya pendek, respon terhadap pemupukan, tahan terhadap hama dan penyakit, mampu beradaptasi dengan baik pada beragai lingkungan.

Benih yang baik untuk disemai/dibibitkan memenuhi tiga kriteria yaitu kriteria secara genetis, kriteria secara  fisiologis, dan kriteria fisik. Dalam hal ini yang mudah dilakukan untuk menyiapkan bahan untuk persemaian yaitu dengan mengamatinya dari segi kriteria fisik yang meliputi :

  • Tingkat kebersihan benih

Tingkat kebersihan benih sesuai ketentuan/standarnya yaitu bersih dari kotoran baik kotoran dari bagian tanaman maupun kotoran lain seperti biji gulma, biji tanaman lain, butiran tanah, pasir maupun kerikil dsb.

  • Ukuran dan keseragaman biji/benih

Ukuran benih yang dimaksud adalah besar kecilnya isi/volume setiap butir benih. Benih yang seragam akan memiliki struktur embrio yang baik dan cadangan makanan yang cukup.

  • Warna biji/benih
Baca Juga :  Jenis, Karakteristik, dan Prospek Tanaman Hias

Warna biji adalah sesuai dengan dasar warna asli benih/biji tersebut. Warna benih yang cerah menunjukkan bahwa benih yang masih mempunyai kemampuan berkecambah yang tinggi karena masih baru/ belum kotor khususnya untuk benih yang mempunyai masa dormansi yang agak lama. Semakin cepat disemai semakin tinggi tingkat perkecambahan benih khususnya benih rekalsitrans.

  • Bentuk biji/benih

Bentuk adalah seragam sesuai bentuk aslinya, bentuk yang sama akan memberikan hasil persemaian yang seragam pula. Hal ini berkaitan dengan jumlah kandungan cadangan makanan yang mendukung proses perkecambahannya.

Untuk dapat tumbuh/berkecambah, benih harus memenuhi 3 syarat yaitu :

  • Benih harus dalam keadaan hidup
  • Benih tidak dalam keadaan dorman
  • Persyaratan lingkungan untuk perkecambahan benih dapat terpenuhi.

Usaha pembenihan melalui budidaya yang baik akan menghasilkan benih dengan daya tumbuh yang sangat besar sehingga hasil yang diperoleh juga akan memuaskan baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal tersebut dapat terlaksana apabila memperhatikan beberapa hal seperti suhu, cahaya, dan kelembaban udara pada lokasi persemaian.

Baca Juga Teknik Penyiraman Tanaman

Teknik menyemai/membibitkan

Menyemai/membibitkan

Menyemaikan adalah menaburkan benih (biji)/menanam dan atau menumbuhkan bahan vegetatif tanaman di pesemaian untuk menghasilkan bibit/ bahan tanam tanaman yang akan ditanam lagi di lapang/ditempat penanaman.

Untuk menyemai/membibitkan bahan tanam, ada kalanya benih tidak dapat tumbuh karena masih dormansi. Untuk menyiapkan bahan tanam bibit dari bahan generatif/benih, dapat dilakukan dengan menyemai benih terlebih dahulu, baru setelah benih berkecambah atau sesudah berdaun 2-4, kecambah dapat disapih menjadi bibit/bahan tanam. Penyemaian benih/biji dapat dilakukan pada wadah seperti nampan, kotak kayu, dan wadah lainnya. Penyemaian dapat dilakukan dengan menebar benih secara merata pada permukaan media semai dan dapat juga dengan menebar benih/biji pada alur yang telah dibuat pada media tanamnya dan disiram untuk menjaga kelembabannya. Selanjutnya ditutup tipis-tipis dengan media tanam ataupun ditutup dengan mulsa, kemudian diletakkan pada tempat yang teduh/terlindung.

Kelembaban persemaian harus terjaga terus dan penutup plastik/ sungkup bisa dibuka setelah benih/biji berkecambah. Biji tanaman hias juga dapat disemaikan pada media tanam selain tanah seperti arang sekam, cocopeat maupun rockwool. Penyemaian dengan cara ini biasanya dilakukan dalam pot kecil-kecil yang tersusun dalam lembaran tray. Teknik penyamaian ini benih disemai secara individu pada setiap lubang pot kecil, dan dapat disapih setelah kecambah berdaun 2 – 4, atau sesuai umur tanaman. Masing-masing jenis tanaman mempunyai ketentuan yang tidak dapat disamakan, dikarenakan karakteristik tanaman juga berbeda.

Baca Juga :  Fungsi, Kriteria, dan Persyaratan Media Tanam

Penyapihan Bibit

Penyapihan merupakan kegiatan untuk memisahkan bibit/tanaman muda dari komunitas/kelompoknya untuk ditumbuhkan menjadi individu baru. Bibit yang tumbuh dipesemaian segera disapih/dipindah tanamkan ke wadah baru seperti babybag, polibag, pot kecil, bekas gelas air mineral dsb, setelah berdaun 2-4 karena wadah persemaian sudah tidak mampu untuk menampung perakaran tanaman yang terus berkembang. Sebelum disapih maka perlu menyeleksi bibit terlebih dahulu karena hanya bibit yang baik saja yang dapat dijadikan bahan tanam yang baik pula.

Bibit yang baik dengan ciri-ciri yaitu :

  • Bibit tumbuh subur dan kokoh
  • Perakarannya banyak, kuat/besar dan lurus
  • Sehat /tidak terbawa/terserang hama dan penyakit
  • Umurnya cukup/berdaun 2-4

Kondisi bibit seperti tersebut di atas yang dapat disapih/dipindah tanamkan menjadi bahan tanam bibit, sedangkan bibit yang tumbuhnya lambat, kerdil, etiolasi, tidak sehat, perakarannya bengkok dan lemah sebaiknya tidak dijadikan bibit yang baik.

Teknik penyapihan :

Penyapihan dilakukan dengan cara :Tangan kiri memegang daun untuk mengangkat bibit beserta media tanam yang terikut/ di sekitar perakaran dengan hati-hati,sehingga tidak ada akar yang putus/rusak.

  • Bibit dapat ditanam/dimasukkan ke dalam lubang tanam di tengah media tanam yang sudah disiapkan terlebih dahulu, sampai sebatas leher akar.
  • Selanjutnya lubang tanam ditutup kembali dengan sedikit menekan pada bagian sekitar leher akar tersebut supaya bibit dapat tumbuh tegak.
  • Dilakukan penyiram media tanam bibit untuk menjaga kelembabannya. Untuk melakukan penyiraman bibit sebaiknya dimulai dari arah luar/ tepi babybag /polibag dengan hati-hati diusahakan supaya bibit tetap dalam posisi tegak.
  • Bibit hasil sapihan diletakkan pada tempat pembibitan yang terlindung/ dinaungi dengan atap/sungkup.
  • Pemeliharan bibit selanjutnya terus dilakukan seperti penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, penambahan nutrisi/unsur hara, yang semuanya bertujuan untuk mendapatkan bibit yang baik untuk bahan tanam.

d. Membibitkan

Pembibitan ini dipersiapkan sebagai bahan tanam yang menggunakan bahan vegetatif, seperti cangkok, stek, okulasi, sambung pucuk, merunduk dsb.

Teknik menyiapkan bibit dari hasil bahan tanam vegetati

Menyetek

  • Melakukan penyiapan bibit dari bahan stek adalah sebagai berikut : Menyiapkan bibit stek menggunakan bahan stek yang sudah terpilih sesuai dengan kriteria, kemudian dipotong sepanjang + 20 Cm untuk stek batang seperti mawar, melati, bougenville, dll.,akar seperti cemara dan stek pucuk seperti puring, euphorbia, dll. dengan ukuran 5-10 cm untuk bahan stek seperti krisan, pangkas kuning, seribu bintan, zig zak, penitian dll. , dan 1 lembar/ sepotong daun untuk stek daun. .
  • Untuk mempercepat tumbuhnya akar dapat diberi ZPT.
  • Bahan bibit dapat ditanam/dibibitkan pada media tanam bibit yang sudah disiapkan dengan membuat lubang tanam di bagian tengah untuk media stek maupun bahan bibit vegetatif alamiah/umbi.
  • Hasil pembibitaan disiram dengan air untuk menjaga kelembaban media dan diletakkan pada tempat yang teduh/disungkup.
  • Penyungkupan dapat dilakukan bersama/dalam jumlah yang besar yang disebut dengan sungkup majemuk dan sungkup tunggal jika dilakukan untuk sungkup satu stek saja. Jika stek sudah terlihat hidup maka sungkupnya segera dibuka.
  • Selanjutnya bibit dipelihara sampai siap untuk ditanam/ sebagai bibit yang siap digunakan sebagai bahan tanam
  • Jika bibit telah sesuai dengan kriteria/umur bibit, maka bibit dapat disiapkan untuk bahan tanam/ditanam.
Baca Juga :  Review NEW YZF R25 - ABS, Spesifikasi dan Harga di 2021

Cara menyiapkan bibit dari stek umbi :

  • Media tanam yang telah disiapkan dilubangi bagian tengahnya
  • Masukkan bibit/umbi ke dalam lubang tanan hingga umbi tertutup tipis
  • Siram hasil pembibitan untuk menjaga kelembabannya
  • Letakkan hasil pembibitan di tempat yang teduh/tidak terkena sinar matahari langsung
  • Hasil pembibitan dipelihara hingga bibit siap digunakan sebagai bahan tanam sesuai kriteria bibit.

Mencangkok, okulasi, menyambung dan merunduk

Menyiapkan bibit dari bahan hasil mencangkok, okulsi, menyambung dan merunduk sesuai kriteria masing masing bahwa bahan tanam tersebut sudah siap untuk dibibitkan diantaranya yaitu bahan bibit tumbuh segar dan sudah mengeluarkan akar yang sehat,besar/kuat, berwarna putih kecoklatan. Bibit dapat dipotong dan dipisahkan dari induknya kemudian ditanam pada media bibit yang telah disiapkan. Untuk mengurangi penguapan, maka bibit dari bahan bibit vegetaatif buatan disiram air. Bakal bibit yang sudah ditanam diletakkan ditempat pembibitan yang teduh/ ternaungi dengan perawatan yang baik sehingga akan diperoleh bibit tanaman yang baik sesuai ketentuan kriteria bibit yang baik. Untuk menyiapkan bibit tanaman hias yang berkualitas maka dapat dilakukan dengan teknik pembuatan bibit yang meliputi kegiatan sebagai berikut :

  • Pemilihan jenis dan tanaman induk yang digunakan harus diketahui dengan jelas, hal ini dikarenakan sifat yang baik dari induknya dapat menurun pada keturunannya yang disebut dengan bibit.
  • Teknik/cara pembibitan yang diterapkan akan menentukan kualitas hasilnya yang disebut dengan bibit, karena setiap jenis tanaman tidak selalu respon/dapat dilakukan dengan teknik pembibitan yang sama.
  • Pemeliharaan yang berkelanjutan dengan tujuan untuk mempertahankan kualitas bibit yang dihasilkan.