Teknik Penyiraman Tanaman

Berita Warganet – Teknik Penyiraman Tanaman. Maksud pemberian air/penyiraman pada tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air dan membuang air yang berlebihan/tidak terpakai sebagai air berlebih/drainase. Jadi dengan sistem ini pemberian dan pembuangan air dapat dikendalikan, baik dalam jumlah maupun waktunya. Penyiraman tanaman hias sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Penyiraman tanaman dapat dilakukan dengan menyiram seluruh dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman; menggunakan alat siram/semprotan agar air yang mengenai tanaman dapat berupa butiranbutiran halus.

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal salah satu kegiatan yang harus dilakukan adalah memberikan air atau menyediakan air yang sesuai dengan kebutuhan pada fase-fase pertumbuhan tanaman. Pemberian air yang biasa dilakukan berdasarkan jumlah air, kondisi lahan, kebutuhan air bagi tanaman dan teknologi maka pemberian airnya dapat dilakukan dengan sistem:

Pemberian air pada permukaan tanah

Cara pemberian air pada sistem ini dilakukan pada lahan-lahan datar dan lahan miring yang berteras. Metode ini disebut dengan system gravitasi. Pemberian air secara gravitasi merupakan cara pemberian air menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan air dari sumber ke tempat yang membutuhkan.

Menurut ( Suwarsi, PU, dan Sumali, 2010 ) bahwa teknis pemberian air pada sistem ini terdiri dari 3 macam yaitu :

  • Pemberian air dengan cara penggenangan/leb Pemberian air dengan cara ini adalah lahan dibuat menjadi petakan, masing-masing petakan mempunyai permukaan tanah yang rata, kemudian air dimasukkan ke dalam petakan tanpa menggunakan alat khusus yang modern. Semua permukaan tanah dapat tergenang air sehingga tidak terlalu banyak memerlukan biaya. Cara ini dapat dilakukan pada lahan yang akan ditanami bunga potong maupun pada saat tanaman selesai dipanen, dan air kelebihan segera dikeluarkan dari petakan.
  • Pemberian air di antara bedengan tanaman. Cara pemberian airnya dengan mengalirkan air pada saluran pengairan/drainase yang dibuat antara bedengan tanaman. Cara ini dapat dilakukan pada lahan bunga potong /tanaman hias bedeng , dan air kelebihan segera dikeluarkan dari petakan
  • Pemberian air diantara barisan tanaman. Pemberian air dengan cara ini adalah tidak semua petakan tanaman digenangi air, tetapi pemberian air hanya pada alur-alur yang dibuat lebih kecil di antara barisan tanaman. Pada lahan miring, arah alur harus memotong arah kemiringan lahan/areal pertanaman dengan tujuan untuk menghemat panggunaan air, karena air tidak langsung mengalir terus ke tempat yang lebih rendah. Dengan cara ini pemakaian airnya menjadi lebih sedikit dibandingkan denga cara-cara tersebut di atas. Cara ini dapat dilakukan pada lahan bunga potong /tanaman hias bedeng, dan air kelebihan segera dikeluarkan dari saluran petakan
Baca Juga :  Membuat Diagram, Kelas 3 SD Tema 8 Sub Tema 3 Pembelajaran 5

Pemberian air di bawah permukaan

Pemberian air di bawah permukaan adalah pemberian air yang diberikan langsung kedaerah perakaran tanaman. Sistem pemberian air ini terdiri dari dua macam yaitu :

  • Cara terbuka dengan membuat parit. Pada cara ini air dialirkan pada parit-parit yang cukup dalam dan hanya dapat dilakukan dengan baik pada daerah-daerah datar, yang terdapat lapisan kedap air atau permukaan air tanah yang relatif dangkal.
  • Cara tertutup dengan pipa berlubang. Dengan cara ini air dapat diberikan melalui pipa berlubang yang dibenamkan di bawah permukaan tanah. Cara ini membutuhkan biaya cukup banyak untuk memasang jaringan pipanya dan cocok untuk tanaman hias potong/bedeng.
Baca Juga :  Resep Masakan Puasa Hari 3, Ramadhan 1442 H

Baca Juga Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman

Pemberian air secara siraman/curah.

Pemberian air dengan sistem curah/siraman yaitu dengan memberikan air melalui siraman ( pancaran air ) pada areal tanaman. Ada beberapa cara pemberian air secara siraman/curah antara lain:

  • Penyiraman dengan gembor. Penyiraman menggunakan gembor dapat dilakukan untuk tanaman hias pot /potong dalam jumlah tertentu sehingga tanaman dapat memperoleh air secara langsung baik secara individu maupun kelompok.
  • Penyiraman dengan gayung. Penyiraman dengan cara ini dapat dilakukan pada tanaman hias pot yang jumlahnya relatif sedikit/terbatas. Cara memberikan air langsung pada media tanam pot dengan bantuan alat takar/gayung untuk memudahkan dalam pemberian air dan mengurangi tingkat kehilangan air menjadi lebih rendah/sedikit.
  • Penyiraman dengan selang. Cara penyiraman dengan slang dapat digunakan sebagai alat menyiram pada tanaman hias pot tunggal maupun tanaman hias potong/bedeng yang sumber airnya agak jauh sehingga mengurangi tingkat kehilangan air dan pemberian air dapat lebih efektif dan efisien diberikan kepada tanaman.
  • Penyiraman dengan pipa berlubang. Penyiraman dengan pipa yang dilubangi sehingga air akan menyebar ke seluruh areal/lahan pertanaman dan memudahkan dalam pemberian air bagi tanaman. Penyiraman seperti ini digunakan di areal penanaman tanaman hias potong dalam luasan yang cukup luas. Cara ini membutuhkan biaya yang agak besar karena harus menyediakan jaringan dan pengaturan lubang siramnya.
  • Penyiraman dengan sprinkler. Penyiraman dengan sprinkler dengan harapan air akan dialirkan/ dipancarkan lewat atas dan dapat menyebar ke seluruh areal/lahan pertanaman dan memudahkan dalam pemberian air bagi tanaman. Penyiraman seperti ini digunakan di areal penanaman tanaman hias potong dalam luasan yang cukup luas mupun pada tanaman hias pot dalam jumlah yang cukup banyak. Cara ini membutuhkan biaya yang besar karena harus menyediakan jaringan dan pengaturan lubang siramnya dan dilakukan untuk tanaman hias yang bernilai ekonomis tinggi.
Baca Juga :  Angkutan Unik Indonesia, Nomor 6 bikin Kangen

Pemberian air secara siraman/curah pada umumnya diterapkan pada areal tanaman yang membutuhkan air relatif sedikit dan mempunyai nilai seni dan ekonomis yang cukup tinggi.

Pencarian Populer : macam-macam teknik pemberian air pada tanaman