Jawaban Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Jawaban Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Jawaban Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai – Halo sobat, dalam artikel kali akan dibahas mengenai jawaban menganalisis kebahasaan kritik sastra dan esai halaman 210 yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Bacalah Kembali teks ”Menimbang Ayat-ayat Cinta” dan ”Gerr”, lakukan analisis kebahasaan kedua teks tersebut. Kerjakanlah pertanyaan terkait kedua teks sesuai pemahaman sendiri.

Untuk penjelasan selengkapnya, simak ulasan berikut ini !

Jawaban Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai Halaman 210

Kegiatan 2

Menganalisis Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Sebagai teks eksposisi, teks kritik dan esai secara umum juga memiliki kaidah kebahasaan yang hampir sama dengan teks eksposisi.

  1. Menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif.

Contoh:

  1. Oleh karena itu, berhadapan dengan novel model ini, kita (pembaca) mesti memulainya tanpa prasangka dan menghindar dari jejalan pikiran yang berpretensi pada sejumlah horison harapan. Bukankah banyak pula novel kanon yang peristiwa-peristiwa awalnya dibangun melalui narasi yang lambat?
  2. Rangkaian kalimat panjang yang melelahkan itu, diolah dalam kemasan yang lain sebagai alat untuk membangun peristiwa. Wujudlah rangkai peristiwa dalam kalimat-kalimat yang tidak menjalar jauh berkepanjangan ke sana ke mari, tetapi cukup dengan penghadiran dua sampai empat peristiwa berikut berbagai macam latarnya.
  3. Menggunakan pernyataan yang menyatakan fakta untuk mendukung atau membuktikan kebenaran argumentasi penulis/penuturnya. Mungkin pula diperkuat oleh pendapat ahli yang dikutipnya ataupun pernyataanpernyataan pendukung lainnya yang bersifat menguatkan. Dalam contoh di atas, kutipan tampak pada ikrar Sumpah Pemuda.
  4. Menggunakan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari.

Pemanfaatan –atau lebih tepat eksplorasi–setiap kata dan kalimat tampak begitu cermat dalam usahanya merangkai setiap peristiwa. Eka seperti hendak menunjukkan dirinya sebagai ”eksperimental” yang sukses bukan lantaran faktor kebetulan. Ada kesungguhan yang luar biasa dalam menata setiap peristiwa dan kemudian mengelindankannya menjadi struktur cerita. Di balik itu, tampak pula adanya semacam kekhawatiran untuk tidak melakukan kelalaian yang tidak perlu.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 4 halaman 145 Sriwijaya IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Baca Juga : Jawaban Menganalisis Sistematika Kritik Sastra dan Esai

  1. Menggunakan istilah teknis berkaitan dengan topik yang dibahasnya.

Topik contoh teks kritik adalah novel, dan istilah-istilah yang digunakan juga berkaitan dengan novel, misalnya narator, antologi, eksplorasi, eksperimen, mitos, biografi, dan alur. Topik pada teks esai adalah film, terutama film ”Batman”. Istilah-istilah film yang digunakan antara lain orisinalitas, trilog Nolan, planetary, remote control, alegori, dan candide. Dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, baik cetak maupun versi daring, dan kamus istilah bidang film, carilah arti istilah-istilah tersebut.

  1. Menggunakan kata kerja mental. Hal ini terkait dengan karakteristik teks eksposisi yang bersifat argumentatif dan bertujuan mengemukakan sejumlah pendapat. Kata kerja yang dimaksud, antara lain, memendam, mengandalkan, mengidentifikasi, mengingatkan, menegaskan, dan menentukan.

Contoh:

  1. Sebuah novel yang juga masih memendam semangat eksperimen.
  2. Dengan hanya mengandalkan sebuah alinea dan 21 kalimat, Eka bercerita tentang sebuah tragedi pembantaian yang terjadi di negeri antah-berantah (Halimunda).
  3. Kadang kala muncul di sana-sini pola kalimat yang mengingatkan kita pada style penulis Melayu Tionghoa.
  4. Tiap kali kita memang bisa mengidentifikasinya dari sebuah topeng kelelawar yang itu-itu juga.
  5. Sebab itu Batman bisa bercerita tentang asal mula, tapi asal mula dalam posisinya yang bisa diabaikan: wujud yang pertama tak menentukan sah atau tidaknya wujud yang kedua dan terakhir.
  6. Yang ada adalah simulacrum–yang masing-masing justru menegaskan yang–beda dan yang–banyak dari dan ke dalam dirinya, dan tiap aktualisasi punya harkat yang singular, tak bisa dibandingkan.
Baca Juga :  Tabel Isian Wawasan Tentang Kegiatan Negosiasi

Selain mengikuti kaidah kebahasaan teks eksposisi secara umum teks esai memiliki karakter khas yaitu gaya bahasa berupa pilihan kata, strukturkalimat, dan gaya penulisannya merupakan hal yang berkaitan erat dengan  penulis esai secara pribadi. Setiap penulis esai, memiliki gaya bahasa yang khas yang membedakannya dengan penulis esai yang lain. Sebagai contoh, esai yang ditulis Gunawan Muhammad pasti berbeda dengan gaya bahasa esai yang ditulis oleh A.S. Laksana, Bakdi Sumanto, dan Umar Kayam. Bahkan bagi penikmat esai, ketika membaca satu paragraf teks esai tanpa nama penulisnya, ia akan dapat menebak siapa penulisnya.

Tugas

Bacalah kembali teks ”Menimbang Ayat-ayat Cinta” dan ”Gerr” di atas.

Kemudian, kerjakan tugas berikut.

  1. Analisislah kaidah kebahasaannya dengan menggunakan tabel berikut ini.
  2. Berikan komentarmu terhadap gaya bahasa yang digunakan dalam teks esai tersebut!

Jawaban    :

Baca Juga : Jawaban Menyusun Pernyataan Esai terhadap Objek atau Peristiwa

1.

Judul teks : Menimbang Ayat-ayat Cinta

No Kaidah Kebahasaan Kutipan
1 Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasive. Nilai dan budaya Islam sangat kental dirasakan oleh pembaca pada setiap bagiannya. Bahkan, hampir di tiap paragraf kita akan menemukan pesan dan amanah. Ya, katakan saja paragraf yang sarat dengan amanah. Namun, dengan bentuk yang seperti itu tidak kemudian membuat novel ini menjadi membosankan untuk dibaca karena penulis tetap menggunakan kata-kata sederhana yang mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui.
2 Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari Satu hal yang ditemukan terlihat janggal dalam novel ini adalah karakter

tokoh, yaitu Fahri yang digambarkan begitu sempurna dalam novel tersebut.

Maksud penulis di sini, mungkin ia ingin menggambarkan sosok manusia yang benar-benar mencitrakan Islam dengan segala kebaikan dan kelembutan hatinya.

3 Penggunaan istilah teknis Teenlit dan Hiperbola
4 Penggunaan kata kerja mental Karya sastra yang baik juga bisa menggambarkan hubungan antarmanusia,

manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.

Novel yang kemudian menjadi fenomena tersendiri dalam perjalanan karya sastra Indonesia, terutama yang beraliran islami, karena penjualannya mampu mengalahkan buku-buku yang digandrungi, seperti Harry Potter ini mengusung tema cinta islami yang dihiasi dengan konflik-konflik yang disusun dengan apik oleh penulisnya.

Judul teks : Gerr

No Kaidah Kebahasaan Kutipan
1 Banyak menggunakan pernyataan-pernyataan persuasive.
2 Penggunaan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari Teater Mandiri pekan ini berumur 40 tahun—sebuah riwayat yang tak mudah, seperti hampir semua grup teater di Indonesia.

Bagi saya, teater ini adalah ”teater miskin” dalam pengertian yang berbeda dengan rumusan Jerzy Grotowski.

3 Penggunaan istilah teknis Bunyi, imaji, persepsi, fotograf, le vecu
4 Penggunaan kata kerja mental Malam hari, ketika kantor sepi, ia akan menggunakan ruangan yang terbatas dan sudah aus itu untuk Latihan teater.

Ia tak menuntut mereka untuk berakting dan mengucapkan dialog yang cakap.

Ia membuat mereka jadi bagian teater sebagai peristiwa, bukan hanya cerita.

Bahasa tak bisa mengungkapkan apa yang ada di bawah sadar, tak bisa mengartikulasikan hidup yang dijalani, le vecu.

  1. Gaya bahasa yang digunakan dalam teks berjudul Menimbang Ayat-ayat Cinta : menggunakan Bahasa yang mudah dipahami.

Gaya bahasa yang digunakan dalam teks berjudul Gerr : menggunakan Bahasa yang asing, sehingga susah dipahami.

Kesimpulan

Baca Juga : Jawaban Menyusun Kritik Sastra

nah sobat, demikianlah pembahasan mengenai jawaban menganalisis kebahasaan kritik sastra dan esai halaman 210 yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018. Semoga artikel ini bermanfaat !

Disclaimer : Pembahasan soal di atas merupakan panduan untuk belajar, jawaban tidak mutlak dan bersifat terbuka sehingga masih dapat dikembangkan.