Banyak Yang Tidak Tahu, Ternyata Ini Filosofi Dari Logo BMW

Berita Warganet – Banyak Yang Tidak Tahu, Ternyata Ini Filosofi Dari Logo BMW. Saat BMW mempresentasikan model BMW Concept i4, mereka juga menyampaikan logo baru. Momen yang tepat untuk mengulas tentang sejarah logo pabrikan legendaris itu.

Sebelum kita mendalami topik ini, perlu diketahui bahwa Rapp Motorenwerke sudah ada sebelum BMW.

Didirikan pada 1913, perusahaan ini mengkhususkan diri dalam pembuatan mesin pesawat terbang. Franz-Josef Popp juga ikut serta.

Franz-Josef Popp yang tidak puas dengan manajemen komersial dan teknis Rapp-Motorenwerke, akhirnya mengambil alih manajemen perusahaan itu pada Juli 1917.

Pada saat itulah, namanya berganti menjadi Bayrische Motorenwerke GmbH. Singkatnya: BMW. Namun, tahun 1916 dianggap sebagai tanggal resmi berdirinya BMW. Kok bisa?

Sedikit maju ke 1922, pemegang saham utama Camillo Castiglioni meninggalkan perusahaan dan mengambil hak penamaan BMW bersamanya. Dia pergi ke Bayerische Flugzeugwerke (BFW).

 

Namun, BMW berawal dari Bavarian Aircraft Works yang terdaftar pada 7 Maret 1916 yang merupakan pengembangan dari pabrik pesawat Gustav Otto.

Pabrik pesawat itu bangkrut pada awal 1916 dan Gustav Otto adalah anak dari penemu mesin Otto, Nikolaus Otto.

Itulah mengapa tanggal 7 Maret 1916 ini dianggap sebagai tanggal berdirinya BMW dalam sejarah resmi perusahaan. Okelah kalau begitu.

Baca Juga :  Ford Ranger 2022, Konsisten dengan Desain Pick-up Double Cabin Off-Road yang Tangguh

Kembali ke Rapp Motorenwerke, ketika BMW masuk dalam register pada Juli 1917, perusahaan awalnya tidak memiliki logo perusahaan.

Iklan BMW pertama di bulan yang sama juga tidak menyertakan simbol atau emblem. Polos begitu saja.

Selain mesin pesawat, mereka sudah mempromosikan rangkaian produk yang direncanakan untuk masa depan, yaitu mesin untuk mobil, pertanian, dan perahu motor.

Beberapa bulan kemudian, BMW menggunakan logo Rapp Motorenwerke sebagai dasar lambangnya sendiri.

Pada fase ini, kita sudah melihat cincin hitam dan tulisan BMW di bagian atas. Kata Bavarian dari akronim BMW seharusnya juga sudah ada dalam representasi tersebut.

Seperempat lingkaran di dalamnya menunjukkan warna Free State of Bavaria: putih-biru. Ini warna khas yang selalu ada di tiap logo BMW.

Ada alasan khusus untuk warna biru dan putih pada logo BMW ini. Ini berkaitan dengan undang-undang perlindungan merek dagang.

Pada waktu itu, ada pelarangan penggunaan lambang negara atau lambang negara lain untuk merek dagang atau logo.

Pada perjalanannya, BMW mengubah logo mereka dari waktu ke waktu. Cincin emasnya pun hilang yang berubah menjadi putih.

Baca Juga :  Apa Itu JDM ? Ternyata Banyak Yang Salah Kaprah Loh, Simak Penjelasan Lengkapnya?

Pada 1997, brand emblem menjadi tiga dimensi dan masih bisa Anda temukan di setiap mobil BMW saat ini.

Pada tahun ini kembali mengubah tampilan logonya. Sekarang menjadi lebih datar dan cincin hitamnya transparan.

Sempat melekat pada BMW Concept i4 tapi BMW menegaskan bahwa logo baru ini hanya digunakan untuk keperluan komunikasi, yaitu untuk iklan, brosur, alat tulis, dan website.

Mobil pun diproduksi tapi BMW tetap setia pada mesin pesawat untuk waktu yang lama. Misalnya, pesawat Focke-Wulf Fw 190 memakai mesin BMW 801 dalam Perang Dunia II.

Pada 1923, BMW meluncurkan sepeda motor pertamanya, BMW R 32. Pada 1928, BMW mengambil alih pabrik kendaraan di Eisenach.

Muncul peluang untuk membangun mobil kecil yang sukses dari merek Wartburg yang telah dihentikan pada 1903 dengan model Dixi.

Pada 1929, pabrik BMW di Eisenach memproduksi mobil BMW pertama dengan model 3/15 PS dan berlisensi dari Austin Seven.

Pada awal 1932, BMW tak lagi memakai lisensi mana pun dan mulai memproduksi BMW 3/20 bermesin 800 cc empat silinder.

Pada 1933, BMW 303 diproduksi dan jadi mobil pertama dengan enam silinder. Hingga 945, mobil BMW sama sekali tidak dibuat di Munich tapi di Eisenach.

Baca Juga :  Cat Bugatti Divo Ini Seharga Rp14 Miliar, Begini Tampilannya!

Banyak yang beranggapan bahwa logo BMW ini mewakili baling-baling pesawat terbang. Meski sebenarnya bukan, BMW sendiri yang harus disalahkan atas anggapan ini.

Ada iklan pada 1929 yang menunjukkan sebuah pesawat dengan logo BMW di baling-balingnya.

Pada awal masa depresi hebat, tujuannya adalah untuk mempromosikan mesin pesawat baru yang sedang dibangun BMW di bawah lisensi dari Pratt & Whitney.

Penafsiran baling-baling sangat cocok dengan citra iklan perusahaan muda karena menggarisbawahi akar dan keahlian perusahaan dalam konstruksi pesawat terbang.

Tapi, tidak butuh waktu lama bagi BMW untuk meluruskan pandangan publik soal citra logo mereka. Pada tahun 1942 BMW menetapkan logo baling-baling sebagai merek dagang mereka.

“Banyak orang percaya bahwa logo BMW adalah baling-baling yang bergaya tapi kenyataannya tidak demikian,” kata Fred Jakobs, kepala arsip di BMW Group Classic.

“Tapi, jika mereka yang ingin terus berpegang pada anggapan bahwa logo BMW adalah baling-baling juga tidak salah karena penafsiran itu sudah terjadi selama 90 tahun.”