Mengoperasikan Linux Melalui Command Line Interface (CLII)

Berita Warganet – Mengoperasikan Linux Melalui Command Line Interface (CLII). Linux dapat dioperasikan melalui command line interface. Artinya, Anda dapat memberi instruksi atau perintah kepada komputer hanya dengan mengetik perintah itu, tanpa perlu menggerakan mouse.

Cara menjalankan modus CLI

Pada Linux yang telah dilengkapi dengan window manager, modus CLI dapat dijalankan melalui dua cara, yaitu:

  • menggunakan Terminal di dalam X Window
  • menggunakan Terminal di luar X Window

Menggunakan Terminal di dalam X Window

Untuk menggunakan Terminal di dalam X Window, Anda harus memilih menu Aplication → Accessories → Terminal.

Setelah prosedur membuka Terminal Anda jalankan, di layar monitor akan tampil jendela seperti yang tampak pada Gambar 4.10. Pada baris teratas akan terlihat adanya prompt, misalnya arief@ubuntu:~$ yang menunjukkan bahwa komputer siap menerima perintah.

Karakter pada prompt itu sendiri memiliki arti sebagai berikut:

  1. arief menunjukkan username yang digunakan
  2. @ menunjukkan di atau pada
  3. ubuntu menunjukkan nama mesin atau nama komputer yang digunakan
  4. simbol $ menunjukkan status login

Status login dibedakan menjadi dua, yaitu login sebagai root (super user) dan login sebagai user biasa. Sistem operasi Linux mengenal tingkatan user. Jika Anda login sebagai root, pada praktiknya Anda mendapat hak penuh untuk mengoperasikan komputer. Sebagai contoh, Anda dapat:

  1. menginstal aplikasi
  2. mengatur konfigurasi sistem, misalnya mengganti nama komputer, memberikan IP Address, dan menenetukan konfigurasi aplikasi server
  3. membuat direktori pada seluruh direktori yang ada
  4. mengubah atau menghapus seluruh file atau direktori yang ada
  5. menjalankan seluruh perintah yang ada di Linux.

Hal-hal di atas tidak dapat Anda lakukan jika status login Anda adalah user biasa. Sebagai user biasa, Anda akan memiliki keterbatasan-keterbatasan antara lain:

  1. tidak dapat menginstal aplikasi
  2. tidak dapat mengatur konfigurasi sistem
  3. tidak boleh mengakses direktori-direktori tertentu
  4. tidak boleh memodifikasi (menghapus, mengganti nama) sembarang file
  5. hanya boleh menggunakan perintah (command) tertentu.
Baca Juga :  Gangguan, Pengaruh dan Penyebab Masalah Pada Mesin Sepeda Motor

Tanda yang muncul pada prompt berbeda antara super user dengan user biasa. Jika Anda login sebagai super user, maka tanda yang muncul pada prompt adalah tanda # Jika Anda login sebagai user biasa, maka tanda yang muncul pada prompt adalah tanda $ .

Menggunakan Terminal di luar X Window

Selain dijalankan melalui jendela terminal yang ada pada desktop (X Window), command line interface dapat juga Anda jalankan setelah Anda keluar dari X Window. Anda tentu masih ingat bahwa untuk membuka jendela terminal Anda harus memilih Aplication → Accessories → Terminal. Namun, ada cara lain yang dapat Anda gunakan, yaitu membuka layar virtual dengan cara menekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F1 secara bersamaan atau berurutan. Setelah ketiga tombol tersebut Anda tekan, sistem akan meminta Anda untuk login.

Masukkan username Anda, kemudian masukkan password anda. Sebagai contoh, Anda mengetikkan perintah ls lalu menekan Enter. Sistem akan merespon perintah Anda itu dengan menampilkan direktori atau file yang ada di komputer.

Pada umumnya, ada 6 layar virtual (F1 sampai F6) yang dapat Anda buku dengan menekan tombol Ctrl+Alt+F1 sampai Ctrl+Alt+F6. Untuk kembali ke layar desktop, Anda cukup menekan tombol Alt+F7, tanpa tombol Ctrl. Command line atau perintah Linux bersifat case sensitive. Artinya, huruf besar dan huruf kecil memiliki arti yang berbeda. Sebagai ilustrasi, perintah untuk melihat direktori adalah ls (huruf kecil semua). Jika Anda mengetikkan LS atau lS atau Ls maka komputer akan menolak perintah tersebut.

Command atau perintah-perintah Linux diletakkan pada beberapa direktori, antara lain:

  • /bin
  • /sbin
  • /usr/n
  • /usr/bin
  • /usr/sbin

Sebelum mengenal lebih jauh perintah-perintah Linux dalam modus CLI (command line interface), Anda perlu memahami struktur direktori atau folder yang diterapkan pada sistem operasi Linux.

Baca Juga :  Mengenal Jenis dan Layanan VPN