Teknis Pemupukan Tanaman, Agar Tumbuh Maksimal

Teknis Pemupukan Tanaman, Agar Tumbuh Maksimal – Memupuk tanaman juga memerlukan teknik tersendiri agar tumbuhan dapat berkembang secara maksimal dan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik. Berikut ini Beritawarga telah merangkum Teknis Pemupukan Tanaman, Agar Tumbuh Maksimal

Penentuan jenis dan dosis pupuk

Berdasarkan jenis pupuk yang digunakan dalam penanaman tanaman hias, dapat terdiri dari pupuk organik dan organik.

a. Pemakaian pupuk organik

Pemakaiannya biasanya diberikan bersama-sama pada saat membuat media tumbuh untuk pot (potting mix). Secara umum pupuk organic mengandung seluruh unsur hara yang diperlukan tanaman tetapi tidak dapat langsung tersedia semuanya disesuaikan dengan yang dibutuhkan. Penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan karena dapat memperbaiki kandungan hara dan keadaan fisik dari tanah/media itu sendiri. Pupuk organik merupakan alat untuk memperbaiki struktur dan gumpalangumpalan tanah liat dan memperbaiki kapasitas pengikatan air pada tanah pasir. Lebih lanjut diketahui bahwa bahan organik mengandung bahan organik alami yang komplek yang membuat unsur hara mikro seperti Zn dan Fe tersedia untuk tanaman.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pupuk organik:

  • Pemupukan organik yang berlebihan terutama pupuk kandang, akan mengakibatkan penambahan garam tanah/media tanam pada level yang berbahaya.
  • Unsur hara dari bahan organik tidak akan langsung tersedia untuk suatu tanaman, harus melalui dekomposisi terlebih dahulu.

b. Pupuk anorganik/pupuk buatan

Merupakan sumber hara yang lebih mantap konsentrasi unsur yang terkandung di dalamnya bila dibandingkan dengan pupuk organik. Pemberian pupuk buatan memerlukan ketelitian, kapan diberikan, dalam dosis berapa dan jenis pupuk apa yang diperlukan oleh tanaman tersebut. Pemberian pupuk buatan yang terlalu banyak akan mengakibatkan terhalangnya pengisapan air dan makanan/unsur hara kemungkinan tanaman akan layu dan mati, sama halnya bila menggunakan pupuk organic yang belum mengalami dekomposisi/masih mentah. Untuk keperluan pemupukan yang sempurna sebaiknya dipergunakan pupuk organik dan pupuk buatan/anorganik.

Berikut ini disampaikan mengapa suatu unsur hara menjadi kurang tersedia dan bagaimana akibatnya terhadap tanaman.

1) Nitrogen menjadi kurang tersedia bagi tanaman akibat :

  • Lapisan tanah atas/top soil bekas erosi atau bahan-bahan bangunan.
  • Tanah yang terlalu berpasir
  • Tanah yang terlalu masam
  • Tanah kurang mengandung humus
  • Sebagian besar pupuk organik belum terdekomposisi, seperti jerami, seresah, pupuk kandang mentah yang baru dicampur.

Kekurangan unsur Nitrogen dapat menyebabkan :

  • Daun-daun menguning dan terhambatnya pertumbuhan tanaman.
  • Daun-daun tanaman berguguran dalam waktu yang cepat
  • Tanaman cenderung berbunga cepat pada saat tanaman masih terlalu muda.
Baca Juga :  Ternyata Perkakas Pertanian Ini Ada di Monotaro

Nitrogen yang cukup tersedia /terlalu banyak ditunjukkan dengan :

  • Banyaknya humus dalam tanah/media tanam
  • Daun dan batang tanaman berwarna hijau
  • Tanaman tertunda pembungaan dan pembuahannya.

2) Posfat menjadi kurang tersedia akibat adanya :

  • Drainase kurang baik
  • Tekstur tanah terlalu halus
  • Kurang humus

Kekurangan unsur Posfat menyebabkan:

  • Tanaman tidak tumbuh normal walaupun dipupuk.
  • Daun – daun menjadi abu-abu

Sedangkan pupuk posfat yang cukup tersedia ditunjukkan oleh :

  • Tanaman kelihatan tumbuh normal, berbunga dan berbuah pada waktunya
  • Perakarannya baik

3) Kalium menjadi kurang tersedia disebabkan :

  • Tanah terlalu berpasir
  • orositas yang besar terlalu banyak gambut, akibatnya terhadap tanaman yaitu daun-daunnya menguning diantara pertulangannya.

Kalium yang cukup tersedia menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi baik, daun-daunnya subur.

Cara atau Teknis Pemupukan Tanaman

Untuk tanaman pot dianjurkan memakai urea, TSP dan ZK. Dalam sekali pemakaian untuk satu pot adalah satu sendok teh ( + 4 gram ) dengan perbandingan 1 : 2 : 1 pada fase geeneratif, dan 2 :1 : 1 pada fase vegetatif. Untuk pupuk majemuk, pemakaian bisa disemprotkan melalui daun (foliar spray). Penyemprotan pada tanaman sebaiknya dilakukan pada daun di sebelah bawah, karena pada daun bagian bawah mulut daun (stomata) dalam jumlah yang banyak. Waktu pemupukan sangat tergantung kepada jenis tanamannya dan jenis pupuk yang dipakai/sesuai dengan petunjuk.

Pemakaian media tanam untuk tanaman hias kebanyakan menggunakan media tanam yang miskin unsur hara sehingga perlu penambahan pupuk untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Berdasarkan teknis pemberiannya jenis pupuk disesuaiakan dengan tempat peletakkannya yang dikenal dengan:

a. Pupuk akar

Pupuk akar yaitu pupuk yang diberikan/diaplikasikan lewat akar/ agar dapat diserap oleh akar tanaman. Bentuk pupuk yang ada di pasaran banyak sekali ragamnya sehingga menyebabkan perbedaan dalam cara pemberiannya.

b. Pupuk butiran/padat

Pemakaian pupuk dalam bentuk butiran/padat pemberiannya dilakukan dengan dua cara yaitu:

1) Menaburkan/menebar pupuk di sekitar perakaran tanaman

Teknis Pemupukan Tanaman seperti ini banyak digunakan pada pemupukan tanaman hias potong yang ditanam di lahan/bedengan, perdu, semak dan penutup tanah. Adapun cara pemupukannya adalah :

  • Tabur merata pupuk di sekitar perakaran tanaman mendekati ujung akar tanaman, kemudian disiram/diairi.
  • Buat lubang mengelilingi tanaman sejauh ujung tajuk tanaman paling luar. Selanjutnya taburkan/masukkan secara merata ke dalam lubang yang telah dibuat mengelilingi tanaman sesuai dosis anjuran yang dipakai. Tutup pupuk yang ada di dalam lubang dengan media tanam. Berikan air siraman supaya pupuk cepat tersedia bagi tanaman.

2) Menabur diantara tanaman

Pupuk diberikan diantara tanaman/barisan tanaman. Cara ini juga efektif umtuk pemupukan tanaman hias potong /tanaman hias yang ditanam di lahan. Adapun caranya yaitu :

  • Membuat lubang tanam diantara barisan tanaman
  • Masukkan pupuk kedalam lubang tanam dan
  • Tutup lubang yang sudah terisipuuk dengan media tanam
  • Lakukan penyiraman lubang pupuk supaya pupuk segera larut dan tersedia bagi tanaman.
Baca Juga :  Pinjaman Online Dompetkilat Telah Berhasil Salurkan Pinjaman Mencapai Rp 135 Miliar

c. Pupuk larutan

Pupuk larutan merupakan pupuk akar yang cara pemberiannya dalam bentuk larutan. Pupuk larutan cocok diterapkan untuk tanaman hias pot, baik pot biasa, pot gantung, tanaman hias epifit.

Adapun cara persiapan dan pemakaiannya adalah sebagai berikut :

  • Pupuk dimasukkan ke dalam wadah/timba sesuai dosis yang ditentukan
  • Tambahkan air ke dalam timba sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
  • Aduk hingga menjadi larutan yang homogen
  • Tuangkan dengan gayung /takaran/ gembor, ke sekitar perakaran tanaman
  • Masukkan dalam jet sprayer untuk pengaplikasian pada tanaman hias yang memiliki akar udara seperti anggrek, philodendron, anthurium, dengan cara menyemprotkan larutan pupuk akar tersebut ke bagian akar tanaman yang menggantung.

d. Pupuk daun

Pupuk daun adalah pupuk yang diberikan lewat daun, hal ini dimaksudkan agar pupuk akan lebih cepat difungsikan untuk pertumbuhan tanaman, karena pupuk daun diberikan dengan jalan disemprotkan pada daun tanaman hias. Pemakaian pupuk daun juga harus hati-hati dan setidaknya memahami tentang kelebihan dan kekuranganny

Kelebihan pupuk daun

  • Pengaruhnya pada tanaman hias cepat terlihat nyata dibandingkan pupuk akar.
  • Teknis Pemupukan Tanaman dalam Pemberiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman
  • Pemberian secara terus menerus bila dalam dosis yang sedikit Daya larutnya lebih baik dibanding dengan pupuk akar
  • Konsentrasi pupuk daun dapat diatur sesuai dengan umur, dan tingkat pertumbuhan tanaman.

Kekurangan pupuk daun

  • Jika diberikan dengan dosis yang terlalu tinggi maka dapat merusak daun.
  • Untuk mengaplikasikan pupuk memerlukan alat semprot seperti hand sprayer, jet sprayer dll.
  • Harga pupuk secara umum lebih mahal dibandingkan dengan pupuk akar

Baca Juga :

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pupuk daun

Untuk dapat menggunakan pupuk daun dengan baik, maka ada beberapa hal yang harus dipahami seperti konsentrasi pupuk yang digunakan, petunjuk pemakaian harus benar-benar diperhatikan, kondisi lingkungan dan tanaman.

Konsentrasi pupuk

Yang dimaksud dengan konsentrasi adalah kadar dan kepekatan larutan sebenarnya adalah sama. Konsentrasi biasanya dipakai sebagai istilah dalam pupuk cair, dalam aturan pemakaiannya pupuk cair dinyatakan dengan konsetrasi 1ml/ l air , sedangkan pupuk butiran/ serbuk menggunakan istilah kadar, seperti pupuk butiran/serbuk dalam 1 mg/l air.

Dosis adalah jumlah pupuk yang diberikan setiap/per satuan tanaman, yang dalam pemakaiannya adalah dengan dosis anjuran 0,20 ml per tanaman. Sedangkan kepekatan mempunyai arti yang sama dengan kadar atau konsentrasi, tetapi pemakaiannya digunakan pada saat pelarutan pupuk dengan air, seperti, konsentrasi 2 ml/l air dapat disemprotkan pada tanaman hias sebanyak 8 kali, dengan kepekatan masing-masing 0,20 ml.

Baca Juga :  Faktor Lingkungan yang Menyebabkan Kerusakan Tanaman
Petunjuk pemakaian

Untuk menentukan dosis pemupukan harus dipahami dan dicermati petunjuknya terlebih dulu baik jenis, kandungan dan cara mengaplikasikannya secara benar. Teknik pembuatan larutan pupuk daun adalah sebagai berikut :

  • Ukur pupuk cair sesuai dosis yang dianjurkan
  • Siapkan air sesuai dengan anjuran dan masukkan pupuk yang telah diukur sesuai dengan dosis anjuran
  • Aduk rata larutan hingga homogen
  • Masukkan dalam hand sprayer/ sprayer yang tersedia.
  • Semprotkan larutan pupuk ke daun tanaman hias sesuai dosis anjuran.

Penyemprotan dilakukan dengan hand sprayer atau dapat memakai jet sprayer jika jumlah tanaman hias hanya sedikit. Supaya hasil semprotan lebih efektif maka Teknis Pemupukan Tanaman harus memperhatikan faktor lingkungan dan juga kondisi tanaman.

Faktor lingkungan

Faktor cuaca dapat mempengaruhi proses penyerapan pupuk. Intensitas sinar matahari yang terlalu panas dapat menyebabkan pupuk banyak yang menguap. Sedangkan intensitas sinar matahari yang terlalu rendah yang biasa terjadi pada musim hujan, menyebabkan stomata menutup sehingga pupuk tidak dapat diserap oleh tanaman secara optimal.

Disamping itu bahwa unsur hara dalam pupuk akan larut/hilang /larut jika bertepatan dengan turunnya hujan sebelum pupuk terserap oleh tanaman. Pengalaman yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa pemupukan yang dilakukan pada pagi hari jam 09.00 – 10.00 dengan kondisi lingkungan yang belum begitu panas merupakan saat yang baik untuk melakukan pemupukan karena pupuk yang disemprotkan lewat daun dapat menunjukkan optimalisasi pemanfaatan pupuk untuk pertumbuhan tanaman.

Kondisi tanaman

Pertumbuhan tanaman hias terbagi pada tahap-tahap/ fase pertumbuhan tanaman yaitu fase vegetatif, fase generatif/ pembungaan dan fase pasca pembungaan. Ketiga fase pertumbuhan tersebut masing-masing mempunyai tingkat responsnya terhadap pemupukan tanaman dengan pupuk daun.

  • Pada fase vegetatif, pupuk yang direspons cukup tinggi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yaitu jenis pupuk yang mengandung N tinggi. Dalam aplikasinya pupuk daun diberikan dalam dosis rendah, dikarenakan bibit baru ditanam, karena kondisi bibit tanaman masih lemah dan juga aplikasi pupuk diberikan untuk memulihkan tanaman yang baru dipindah/ditanam.
  • Fase generatif/pembungaan Tanaman yang siap berbunga juga diberi pupuk dengan kandugan P tinggi untuk merangsang pembentukan bunga.
  • Fase pasca pembungaan Tanaman yang baru selesai berbunga maka perlu diberi pupuk untuk memulihkan kondisinya. Jenis pupuk yang diberikan mengandung N tinggi atau N, P dan K seimbang. Pemberian pupuk ini dimaksudkan untuk merangsang tumbuhnya tunas daun baru, dan untuk berkembangnya klorofil di daun sehingga berwarna lebih hijau.