Cara Memilih Bibit Siap Tanam Pada Tanaman Hias

Berita Warganet – Cara Memilih Bibit Siap Tanam Pada Tanaman Hias. Penanaman adalah kegiatan memindahkan bibit dari tempat penyemaian ke lahan pertanaman untuk mendapatkan hasil produk tanaman yang di budidayakan. Proses pemindahan ini tidak boleh di lakukan sembarangan sehingga diperlukan teknik dan metode

Penanaman tanaman hias membutuhkan perhatian hal ini dimaksudkan karena dalam penanaman tanaman hias sering dijumpai adanya tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan dijumpai tanaman menjadi layu yang berakhir dengan kegagalan hidup/mati. Kejadian seperti ini biasanya disebabkan mulai dari cara pemilihan bibit tanaman yang kurang tepat, pemilihan/penyediaan media tanam bibit yang kurang cocok dengan jenis tanamannya dan juga akibat pemeliharaan tanaman yang kurang maksimal.

Cara menanam tanaman hias tidaklah sulit dan pada prinsipnya sama seperti menanam tanaman pada umumnya. Tanaman hias dapat ditanam dalam beberapa media tanam seperti media tanam langsung di lahan terbuka dan atau bedengan, media tanam dalam pot biasa , serta media tanam dalam pot gantung.

Syarat-Syarat Penanaman

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik, maka didalam menanam tanaman hias diharapkan memperhatikan syarat-syarat penanaman yang harus dipenuhi diantaranya adalah :

1. Pemilihan bibit tanaman sebagai bahan tanam yang baik. Pemilihan bibit ini dapat dimulai dengan melihat tajuk bibit tanaman yang cukup banyak dengan tunas-tunas muda yang subur dan segar. Hal ini dimungkinkan bahwa bibit mempunyai potensi tumbuh optimal dan dapat menghasilkan kuntum bunga yang banyak untuk jenis tanaman hias yang menghasilkan bunga dan terlihan indah, subur dan segar menyejukkan hati, untuk jenis tanaman hias daun.

2. Jenis media tanam yang digunakan haruslah cocok dengan jenis tanamannya. Hal ini dimaksudkan bahwa media tanam yang digunakan akan mampu digunakan untuk menopang tumbuh dan tegaknya tanaman, dapat mensuplai unsur hara, air, udara yang dibutuhkan oleh tanaman dan bebas penyakit khususnya penyakit akar.

Baca Juga :  Twibbon Nuzulul Quran Ramadhan 2021 Keren

3. Wadah dan atau pot yang digunakan haruslah memenuhi beberapa persyaratan diantaranya :

  • Pot harus mempunyai lubang tanam yang dapat meloloskan air yang berlebih yang tidak dipakai oleh tanaman.
  • Sinar matahari yang cukup sangat dibutuhkan.

Bibit merupakan bahan yang digunakan untuk mengawali suatu kehidupan tanaman, maka bibit yang baik yang dibutuhkan dalam penanaman tanaman hias.

Kriteria dan Persyaratan Bibit yang Baik/Siap Tanam

Dok Tanaman Hias – Beritawarganet.com
  • Tumbuh sehat, subur dan seragam
  • Cukup umur sesuai dengan jenis tanamannya
  • Struktur perakarannya baik, akar tunggang lurus dan cukup panjang
  • Calon batang lurus dan tidak patah

Dengan demikian sebelum mulai menanam bibit maka harus memilih bibit, selain baik juga diharapkan bibit yang dipilih termasuk bibit berkualitas unggul untuk dijadikan bahan tanam.

Adapun kualitas bibit tanaman hias yang dimaksud meliputi :

  • Tanaman dengan mudah dapat tumbuh secara optimal
  • Tanaman akan lebih cepat untuk berproduksi/menghasilkan
  • Tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Bibit yang digunakan sebagai bahan tanam selain berkualitas juga harus mempunyai sifat yang unggul.

Adapun kriteria bibit yang unggul adalah sebagai berikut :

a. Bibit mempunyai pertumbuhan yang seragam

Bibit yang digunakan sebagai bahan tanam mempunyai kemampuan tumbuh yang relatif sama sehingga pertumbuhan bibit menunjukkan adanya keseragaman, baik tinggi tanaman kesegaran bibit, besar batang, lebar daun dan luas tajuknya. Bibit yang mempunyai pertumbuhan yang seragam diharapkan nantinya dapat menjadikan pertumbuhan tanaman yang optimal dengan hasil yang optimal seperti yang diharapkan.

b. Tahan terhadap perubahan iklim/cekaman lingkungan

Kondisi iklim di Indonesia yang sering tidak tetap/berubah-ubah maka jika terjadi cekaman lingkungan/perubahan cuaca yang tidak sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan bibit/tanaman dapat mempengaruhi kondisi pertumbuhan tanaman. Misalnya terjadi perubahan cuaca dapat menyebabkan rontoknya bunga tanaman hias, pertumbuhan bibit menjadi tidak normal yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak dapat optimal dan menyebabkan mekarnya bunga tanaman hias menjadi terlambat. Dengan demikian bibit yang unggul tentunya akan lebih tahan dan tidak terpengaruh oleh cekaman lingkungan/perubahan iklim.

Baca Juga :  Teknik Penanaman Bibit Tanaman Hias

c. Pertumbuhan bibit yang cepat

Bibit unggul berasal dari induk yang unggul, yang sudah terseleksi dan jelas sifat yang dibawa dari induknya. Sifat tersebut diantaranya mempunyai kemampuan/daya tumbuh yang tinggi. Pertumbuhan bibit yang cepat dapat membawa tanaman menjadi tumbuh lebih cepat dan dewasa. Dengan cepatnya masa pertumbuhan tanaman/masa vegetatif, menunjukkan bahwa tanaman hias akan membutuhkan waktu yang tidak

lama untuk menjadi tanaman dewasa/memasuki tahap pertumbuhan generatifnya. Dengan demikian maka bibit yang mempunyai pertumbuhan yang cepat , akan mendorong tanaman lebih cepat untuk menjadi dewasa dan menghasilkan.

Baca Juga Dampak Penyiraman Bagi Tanaman Hias

d. Mempunyai jumlah akar yang banyak

Jumlah akar yang banyak, dengan pertumbuhan akar yang cepat, kokoh, besar/tebal dan panjang akan memudahkan dalam menyerap unsur hara dan air serta udara yang diperlukan oleh tanaman. Jika hal-hal penting yang dibutuhkan tanaman dapat terpenuhi maka akan mendorong/ mempercepat tumbuh dan berkembangnya tanaman menjadi optimum.

e. Mudah beradaptasi

Sering dijumpai bahwa bibit yang digunakan sebagai bahan tanam setelah dilakukan transplanting/tanam pindah ke tempat penanaman, baik di pot, polibag maupun di lahan, banyak yang mati. Bibit yang unggul mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap perubahan dan kondisi habitatnya sehingga bibit tidak akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. Halini dikarenakan bibit yang unggul mudah untuk beradaptasi sehingga tahan saat dipindahkan ke tempat penanaman, baik di pot, polibag maupun lahan/bedengan.

f. Tahan terhadap serangan hama dan penyakit

Bibit unggul dapat dilihat berdasarkan kenampakan sifat fisik tanaman yaitu bahwa bibit terlihat sehat, segar, akarnya banyak, batangnya kokoh dan tidak dijumpai terlihatnya gejala serangan hama dan penyakit. Dengan kondisi tanaman yang sebagaimana tersebut dapat dipastikan bahwa bibit tanaman hias mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap gangguan/ serangan hama dan penyakit sehingga tanaman mampu tumbuh secara optimal.

g. Tanaman tumbuh kokoh dan segar

Pertumbuhan tanaman yang kokoh, batang dan akar yang cukup kuat, besar dan kokoh, serta daun tanaman tumbuh menjadi hijau segar. Hal ini merupakan perwujudan dari pertumbuhan bibit yang optimal sehingga dapat menjadikan pertumbuhan tanamannya kokoh dan segar.

Baca Juga :  Dampak Penyiraman Bagi Tanaman Hias

h. Berasal dari induk yang unggul

Pemakaian bibit unggul tentunya berasal dari induk tanaman yang unggul, dengan pertumbuhan bibit/tanaman yang optimal maka produktivitas tanaman akan meningkat pula, karena induk yang unggul mempunyai produktivitas yang tinggi. Bibit unggul tentunya mempunyai riwayat yang jelas dari induknya sehingga dapat diketahui dengan baik hasilnya/ keunggulannya.

Baca Juga Kebutuhan Air untuk Tanaman Hias

Penanganan bibit sebelum tanam.

Sebelum dilakukan penaman bibit tanaman hias harus dipersiapkan terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa bibit tanaman ada yang langsung ditanam dan ada yang membutuhkan penanganan terlebih dahulu.

Hal ini dapat dijelaskan seperti berikut ini :

  • Bibit yang langsung ditanam
  • Bibit yang memerlukan penanganan terlebih dahulu.

Sebelum penanaman maka perlu dilakukan penanganan bibit yang meliputi :

Bibit langsung ditanam. Bibit yang tidak mengalami dormansi panjang dan bibit yang dalam kondisi siap tanam, dapat dilakukan penanaman langsung, terutama bibit yang ditumbuhkan dari bahan tanam yang berupa bibit yang suda tertanam pada babybag/bibit siap tanam, dapat menanam langsung bibit beserta media tanamnya.Bibit yang perlu penanganan sebelum ditanam. Bibit yang dimaksudkan adalah :

1) Bibit yang berasal dari vegetatif alami/umbi, bibit diistirahatkan dalam kondisi yang teduh dan lembab

2) Bibit hasil cabutan/tanam pindah, diistirahatkan lebih dahulu di tempat yang teduh dan lembab untuk mengurangi penguapan/layu bibit dan stres.

3) Bibit hasil vegetatif buatan seperti cangkok maka akar bibit perlu direndam dahulu dengan maksud untuk melatih/membiasakan akar mulai belajar menjalankan fungsinya menyerap air, unsur hara dan oksigen yang dibutuhkan.

4) Bahan tanam stek/vegetatif yang lanngsung ditanam di tempat penanaman/tanpa pembibitan, dilakukan pengistirahatan dan penyiraman bibit untuk menjaga kelembaban bibit dan diletakkan di tempat teduh dan lingkungan lembab dengan maksud mengumpulkan nutrisi untuk membesarkan/menjadikan tebalnya mata tunas sehingga stek dapat tumbuh dengan cepat.