Jawaban Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah

Jawaban Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah

Jawaban Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah – Pada pembahasan kali ini akan disajikan informasi mengenai jawaban membandingkan novel sejarah dengan teks sejarah pada buku Bahasa Indonesia Kelas XII yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Usaha Ekonomi Masyarakat Indonesia

Kali ini sobat akan membandingkan antara teks sejarah berikut ini dengan kutipan novel sejarah Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer, teks tersebut ada pada buku Bahasa Indonesia Kelas XII halaman 53-58. Baca dengan seksama serta amati kedua teks tersebut sehingga sobat dapat membandingkan keduanya.

Untuk itu, langsung saja kita simak bersama ulasan berikut ini !

Jawaban Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah Halaman 52

Kegiatan 4

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 20 halaman 177 IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Membandingkan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah

Setelah membaca kutipan novel sejarah di atas, kamu pasti dapat menarik kesimpulan bahwa novel sejarah berbeda dengan teks sejarah seperti yang ada dalam buku-buku sejarah. Agar kamu lebih memahami perbedaan antara novel sejarah dengan teks sejarah, pelajarilah tabel berikut ini.

Tabel Perbedaan Novel Sejarah dengan Teks Sejarah

Nomor Teks Sejarah Novel Sejarah
1. Dituntut menunjuk kepada hal-hal yang memang pernah ada atau terjadi Dapat saja menggambarkan sesuatu yang tidak pernah ada atau terjadi. Kesemuanya bersumber pada rekaan.
2. Sejarawan terikat pada keharusan, yaitu bagaimana sesuatu sebenarnya terjadi di masa lampau, artinya tidak dapat ditambahtambah atau direka. Novelis sepenuhnya bebas untuk menciptakan dengan imajinasinya mengenai apa, kapan, siapa, dan di mananya.
3. Hubungan antara fakta satu dengan fakta lainnya perlu direkonstruksi, paling sedikit hubungan topografis atau kronologisnya. Sejarawan perlu menunjukkan bahwa yang ada sekarang dan di sini dapat dilacak eksistensinya di masa lampau. Hal itu berguna sebagai bukti atau saksi dari apa yang direkonstruksi mengenai kejadian di masa lampau. Faktor perekayasaan pengaranglah yang mewujudkan cerita sebagai suatu kebulatan atau koherensi, dan sekali-kali ada relevansinya dengan situasi sejarah.
4. Sejarawan sangat terikat pada fakta mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana. Pengarang novel tidak terikat pada fakta sejarah mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana. Kesemuanya dapat berupa fiksi tanpa ada kaitannya dengan fakta sejarah tertentu. Begitu pula mengenai peristiwa-peristiwanya, tidak diperlukan bukti, berkas, atau saksi.
5. Pelaku-pelaku, hubungan antara mereka, kondisi dan situasi hidup, dan masyarakat, kesemuanya adalah harus sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Pelaku-pelaku, hubungan antara mereka, kondisi dan situasi hidup, dan masyarakat, kesemuanya adalah hasil imajinasi.

Tugas

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 14 halaman 104 Syekh Yusuf IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Berdasarkan uraian sebelumnya, temukanlah bukti perbandingan antara teks sejarah berikut ini dengan kutipan novel sejarah Rumah Kaca karya Pramoedya Ananta Toer.

Jawaban    :

Nomor Teks Sejarah “Borobudur” Novel Sejarah “Rumah Kaca”
1. Merupakan teks yang didasarkan fakta sejarah. Merupakan teks fiksi.
2. Merupakan suatu yang hal yang terjadi di masa dulu, sehingga tidak bisa ditambah-tambahkan menyajikan fakta yang ada. Teks berdasarkan imajinasi atau pemikiran penulisannya.
3. Pada teks ini penulis harus paham secara detail mengenai sejarah Borobudur. Teks ini tidak terikat pada penggunaan fakta sejarah.

Kesimpulan

Demikianlah ulasan mengenai jawaban membandingkan novel sejarah dengan teks sejarah pada buku Bahasa Indonesia Kelas XII yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Disclaimer : Pembahasan soal di atas merupakan panduan untuk belajar, jawaban tidak mutlak dan bersifat terbuka sehingga masih dapat dikembangkan.

Baca Juga :

You May Also Like