Jenis dan Karakteristik Bahan Media Tanam

Penggolongan Media Tanam Berdasarkan Jenis Bahan Penyusunnya

Berdasarkan jenis bahan penyusunnya, media tanam dibedakan menjadi :

1. Bahan Organik yaitu media tanam yang berasal komponen organisme hidup, misalnya bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, bunga,buah, kulit, kayu dan akar. Contoh : arang, cacahan pakis, kompos, moss, sabut kelapa/cocopeat, pupuk kandang, humus, sekam padi, dll.

2. Bahan anorganik yaitu bahan yang mengandung mineral tinggi, berasal dari proses pelapukan batuan induk di dalam bumi, baik secara fisik, biologi, mekanik dan kimiawi. Contoh : kerikil, pasir, pecahan batu bata, tanah liat, gel, perlit, vermikulit, gabus (styro foam) spons ( floral foam ), gabus (styro foam) dan sebagainya.

Setiap bahan media tanam memiliki karakter masing-masing sehingga perlu pemahaman terhadap karakteristiknya sebelum menentukan jenis tanaman yang akan ditanam.

Jenis dan Karakter dari masing-masing media

Tanah

Secara umum tanah di Indonesia miskin akan unsur hara, struktur tanah cenderung padat, memiliki sedikit ruang pori yang mengakibatkan media cenderung lebih banyak mengikat air dan akar lebih sulit mengambil unsur hara. Atas dasar hal tersebut maka tanah kurang baik dijadikan media tanam secara tunggal sehingga diperlukan campuran media lain yang dapat meningkatkan porositasnya, serta menunjang kebutuhan hara tanaman.Sekam

Sekam mentah merupakan limbah hasil penggilingan padi dan jika sekam dibakar untuk dijadikan arang maka disebut dengan arang sekam. Sekam mentah dan sekam bakar/arang sekam memiliki porositas yang baik. Arang sekam lebih baik mengikat airnya dibandingkan dengan sekam mentah. Keduanya mempunyai nilai KTK baik

Akar kadaka

Akar kadaka ialah media tanam yang berasal dari akar tanaman paku sarang burung/kadaka (Asplenium nindus). Bahan media yang berasal dari akar paku-pakuan atau kadaka merupakan jenis tumbuhan yang tumbuh dan melekat di batang pohon besar yang biasanya terdapat di lingkungan/habitat hutan. Keunggulannya yaitu daya mengikat dan menyimpan air sangat baik, aerasi dan drainase udara baik; tidak cepat lapuk; mengandung unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman; rongga udara yang banyak sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Media tanam nini tidak memerlukan penyiraman yang berlebihan sehingga juga baik untuk media tanam anggrek.

Arang kayu dan Bathok

Arang merupakan hasil pembakaran baik dari kayu maupun batok kelapa yang banyak digunakan sebaagai media tanam. Media tanam arang kayu dan batok pada awalnya digunakan sebagai media tanam anggrek tetapi saat ini mulai digunakan juga sebagai campuran media tanaman hias lainnya. Arang kayu dan batok mempunyai kelebihan tahan lama dan tidak mudah diserang cendawan. Arang batok dan kayu sebagian besar mengandung unsur karbon yang menguntungkan karena dapat menyerap mineral berupa kation dan anion dengan memanfaatkan reaksi elektrokimia. Karbon juga memiliki sifat yang dapat menetralkan racun untuk tanaman. Kelebihan arang kayu dan batok yaitu memiliki pH netral dan dapat mempertahankan nilai pH dengan baik tetapi arang kayu dan arang batok merupakan media tanam yang miskin akan unsur hara,sehingga media ini akan lebih baik jika digunakan sebagai medi a campuran yaitu dicampur dengan bahan media lain dan perlu penambahan nutrisi/pupuk secara intensif.

Manfaat Arang Untuk Tanaman hias adalah :.

a. Tidak mudah Lapuk. Arang merupakan bahan media tanam yang dapat menciptakan kelembaban di daerah perakaran tanaman sesuai dengan kebutuhan, dan mempunyai sifat tidak mudah lapuk sehingga dapat digunakan dengan aman, karena tidak dijumpai munculnya gangguan jamur atau hewan yang dapat merugikan tanaman dan akan lebih baik jika diikuti dengan pemeliharaan media yang baik.

Baca Juga :  Kejutan Mobil Batmobile Baru dalam Trailer The Batman Bikin Penasaran!

b. Berperan sebagai ventilasi udara. Arang mempunyai rongga udara yang cukup besar sehingga dara dapat bergerak dengan leluasa diantara media tanam artinya bahwa aerasi dalam media tanam dapat berjalan baik sehingga memudahkan perakaran tanaman untuk mendapatkan suplay udara untuk pertumbuhannya. Arang juga termasuk bahan media tanam yang ramah lingkungan.

c. Mempunyai sifat penyangga ( Bufer ). Media tanam arang kayu mempunyai sifat yang unik/berbeda yaitu dengan sifatnya yang buffer (penyangga). Apabila terdapat kesalahan dalam pemberian unsur hara yang ada di dalam pupuk, baik jenis maupun dosisnya maka arang akan bisa cepat untuk menetralisirnya sehingga tanaman tidak akan mengalami keracunan/gangguan dpertumbuhan.

d. Dapat menyimpan cukup Air. Arang dapat dijadikan sebagai media untuk mentralisisasi kadar air dalam tanah/media tanam. Sebagai media tanam yang baik harus mepunyai kemampuan menyimpan air agar media tanam tidak cepat kering saat masuk musim kemarau/kurang tersedianya air dan tidak akan terlalu lembab pada saat musim hujan/penyiraman yang berlebihan.

Dengan demikian dapatlah diartikan bahwa media tanam arang, baik arang kayu maupun bathok mempunyai peranan yang baik untuk menciptakan kelembaban di daerah perakaran tanaman dalam kondisi yang cukup dan tidak berlebihan.

e. Sebagai media tanam. Arang kayu biasanya banyak dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hias seperti anggrek. Perlu diketahui bahwa arang kayu maupun arang bathok dapat mempertahankan/ menciptakan kelembaban yang tinggi di daerah perakaran dalam pertumbuhan tanaman anggrek. Hal ini dikarenakan bahwa arang tidak dapat mengikat air dalam jumlah yang banyak atau dapat diartikan bahwa air yang terserap oleh media arang kayu dan bathok dapat tersedia dalam jumlah cukup yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Moss /Spaghnum Moss

Merupakan media tanam yang berasal dari tanaman lumut-lumutan yang telah dikeringkan. Media tersebut masih jarang ditemui/tersedia di dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan media moss maka masih mengimpor bahan dari luar negeri seperti Eropa, Amerika, dan negara tetangga di Asia Tenggara. Moss mempunyai kemampuan mengikat air s.d 80 %, dan mempunyai kandungan Nitrogen 2 -3 %, yang dibutuhkan untuk perkembangan akar muda/bibit tanaman hias sehingga pertumbuhannya menjadi lebih baik.

Adalah media tanam yang dapat diperoleh dari bahan sabut

Coco Peat

kelapa yang telah dibuang kulit luarnya dan digiling. Cocopeat memiliki kemampuan mengikat air yang cukup baik dan ruang pori diantara partikelnya cukup besar sehingga mempunyai porositas yang cukup baik dan lebih mudah untuk masuknya sinar matahari menembus ke dalam media tanam. Kandungan trichoderma molds-nya yaitu sejenis enzim dari jamur, yang dapat berperan untuk menekan keberadaan penyakit dalam tanah sehingga cocopeat dapat menjaga tanah/media tetap gembur dan subur. Coco peat dikenal mudah mengalami pembusukan dan rentan dengan serangan penyakit apabila terlalu banyak mengandung air akibat penyiraman. Media ini mengandung unsur hara Ca, Mg, K, Na dan P. Oleh karena media cocopeat mudah lapuk maka perlu sering untuk mengganti media. Media Cocopeat cukup baik untuk digunakan sebagai media campuran bersama tanah, atau dipakai sebagai media tunggal.

Humus Daun Kaliandra

Humus yang berasal dari daun tanaman kaliandra (Calliandra callothyrsus) mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman sehingga dapat melengkapi kekurangan media lain yang miskin unsur hara. Media ini rentan atau berpotensi menyebarkan bakteri dan cendawan sebagai penyebab penyakit. Pemakaian media ini harus didahului dengan sterilisasi.

Humus Daun Bambu

Humus daun bambu adalah humus yang terbentuk dari daun bambu yang bercampur dengan kotoran hewan dan daun tanaman lainnya,biasanya terdapat di bawah pohon bambu. Kompos ini sangat ringan, mampu menyimpan air dan oksigen dan memiliki porositas yang baik, mengandung unsur hara P dan K. Humus ini mempunyai kelemahan berpotensi mengundang rayap sehingga perlu dilakukan sterilisasi sebelum digunakan.

Baca Juga :  Logo HUT Barito Timur ke-20 Tahun 2022, Download Format PNG

Kompos

Kompos merupakan hasil penguraian bahan-bahan organik seperti daun- daunan, sisa-sisa tanaman dan limbah dapur oleh bakteri pengurai. Kompos memiliki pH netral dan kaya unsur hara mikro. Mampu mengikat air dan nutrisi dengan baik, memiliki porositas yang baik sehingga mampu meneruskan/membuang kelebihan air.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan (KOHE) baik unggas maupun ternak besar. Pupuk kandang banyak menyuplai unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang merupakan media tanam yang mutlak diperlukan oleh tanaman muda. Pupuk kandang juga memiliki tekstur yang cenderung lembab. Volume pemakaiannya dalam porsi yang lebih sedikit dan dalam kondisi sudah matang/siap digunakan.

Pasir

Pasir difungsikan sebagai campuran media tanam agar dapat membantu tekstur media agar lebih porous karena porositasnya bagus. Mampu meneruskan kelebihan air dalam media, mencegah media tanam menjadi terlalu lembab. Pasir mrngandung beberapa mineral yang dibutuhkan tanaman, tetapi miskin unsur hara makro. Dapat mempercepat pertumbuhan akar tanaman.

Biji Kapuk Randu

Biji kapuk randu (Ceiba petandra) digunakan sebagai media tanam yaitu setelah sebelumnya dipecah terlebih dahulu/digiling. Biji kapuk berfungsi untuk membuat media tanam menjadi porous dan sebagai pegangan akar dan mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman.

Hidrogel

Hidrogel merupakan media tanam yang terbuat dari susunan bahan kimia/polimer dan strukturnya menyerupai kristal. Tampilannya berwarna-warni dan menarik. Biasa ditempatkan pada wadah bening/kaca. Hidrogel dapat menyimpan air dan nutrisi dengan baik.

Spons ( Floralfoam)

Pada kegiatan budidaya tanaman hias sering juga menggunakan spons untuk media tanam an organik. Spons mempunyai sifat yang ringan sehingga mudah untuk dibawa/dipindah-pindahkan dan mudah untuk ditempatkan sesuai yang diinginkan. Pemakaian media spons ininsebelumnya direndam dalam air atau disiram dengan air agar spons dengan mudah menyerap air sehingga media ini dapat menjadi lebih berat dengan sendirinya dan dapat berfungsi untuk menegakkan tanaman.

Kelebihan dari media tanam spons yang lain adalah daya serap air yang tinggi dan juga terhadap unsur hara esensial dalam larutan yang diberikan. Pemakaian media tanam spons tidak dapat bertahan lama karena mudah hancur. Spons mudah hancur jika dipegang maka segera cepat diganti. Jadi spons hanya cocok digunakan untuk tanaman hias yang

memerlukan waktu pendek atau sementara. Disamping itu biasanya media tanam spons ini juga dapat digunakan sebagai media tanam tanaman hias bunga potong yang penggunaannya hanya sementara.

Gabus ( styrofoam )

Bahan anorganik gabus adalah bahan yang terbuat dari copolimer styren ini digunakan sebagai media tanam an organik yang sering disebut dengan nama styrofoam. Styrofoam banyak digunakan sebagai media sementara maupun campuran media tanam dalam upaya meningkatkan porositas media tanam. Sifat spons sangat ringan sehingga mudah dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Media jenis ini cukup ringan setelah direndam atau disiram air akan menjadi berat dengan sendirinya sehingga dapat menegakkan tanaman (Anonymous, 2019).

Kelebihan lain dari media tanam spons adalah tingginya daya serap terhadap air dan unsur hara esensial yang biasanya diberikan dalam bentuk larutan, tetapi penggunaannya tidak tahan lama karena bahannya mudah hancur. Oleh karena itu, jika spons sudah terlihat tidak layak pakai (mudah hancur ketika dipegang), sebaiknya segera diganti dengan yang baru.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, spons sering digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hias bunga potong (cutting flower) yang penggunaannya cenderung hanya sementara waktu saja. Pemakaian media tanam dengan styrofoam dilakukan dengan menghancurkan terlebih dahulu sebesar biji kacang kedelai dan juga dapat dipotong kotak kecil-kecil 1 x1 x1 cm. Pemakaian styrofoam sebagai campuran media tanam dapat menjadikan media tanam menjadi ringan dan media styrofoam lebih disukai semut yang mengakibatkan media tersebut digunakan sebagai sarang semut.

Baca Juga :  Logo HUT Blitar ke-698 Tahun 2022, Download Format PNG

Zeolit

Zeolit banyak digunakan untuk campuran media kaktus sebagai media pelengkap. Pasir ini disebut zeolit karena berasal dari batuanbatuan zeolit yang telah dipecah-pecah menjadi beberapa bagian atau mesh (ukuran). Pasir Zeolit yang sudah diproses menjadi zeeolit aktif/manganis berfungsi menurunkan kadar besi/ mangan dalam air. Aplikasi zeolit yaitu dapat meningkatkan aerasi tanah, sebagai sumber mineral, pendukung pupuk dan tanah serta sebagai pengontrol yang efektif dalam pembebasan ion Amonium nitrogen dan Kalium pupuk. Zeolit sebagai penghemat pupuk memberikan manfaat yang beruntun. Pupuk yang digunakan sedikit tetapi unsur hara yang dikandungnya banyak dan lahan yang digunakan pun semakin subur. Hasil produksi akhirnya menjadi lebih banyak dan berkualitas. Dari segi lingkungan, pencemaran air karena nitrat dan phospat juga dapat berkurang.

Perlit dan vermikuli

1) Perlite terdiri dari butiran putih berpori yang memiliki tepi tajam. Perlite memiliki sifat aerasi tinggi karena bentuk dan strukturnya yang kaku. Sangat menguntungkan untuk menanam tanaman yang membutuhkan drainase air yang baik untuk berkembang.Tidak dapat menyerap air sendiri tetapi sebagai perangkap air di ruang antara butiran. Memiliki kapasitas penyangga pH rendah. Perlite sangat ideal karena kapasitasnya yang sangat rendah dan hampir tidak mungkin untuk menyerap kation dari tanah dan memberikannya ke pabrik untuk menanam stek tanaman. Biasanya digunakan untuk tanaman yang membutuhkan tanah yang sangat kering dan tidak terlalu lembab. Teknologi penggunaan untuk zat-zat ini hampir sama.

Keduanya digunakan sebagai lapisan drainase, sebagai baking powder untuk memperbaiki struktur tanah. Kedua zat digunakan pada biji berkecambah, perakaran stek, penyimpanan umbi. Perlite juga sering digunakan sebagai pengganti pasir.

2) Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium. Berdasarkan sifatnya, vermikulit merupakan media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan padat dan pada saat basah, memiliki kualitas aerasi medium. Karena sifatnya yang lembut, memungkinkannya menyerap dan menahan air secara efisien. Sangat ideal untuk tanaman yang membutuhkan tanah lembab untuk tumbuh subur, memiliki kapasitas buffer pH yang tinggi. Apabila vermikulit digunakan sebagai campuran media tanam maka dapat menurunkan berat jenis dan meningkatkan daya absorpsi air sehingga bisa dengan mudah diserap oleh akar tanaman ( Anonymous, 2018 ).

Baca Juga Waspada Gejala Tanaman Hias Terserang Penyakit

Media tanam lainnya

Media tanam lainnya diantaranya media yang terdiri dari pecahan batu bata/ genting dan kerikil untuk membantu memperlancar aerasi dan drainase terutama media dalam pot. Penggunaan pecahan batu bata/genting sebagai media tanam khususnya tanaman hias/anggrek dilakukan dengan tujuan untuk mengatur drainase (aliran air) dan aerasi (sirkulasi) udara dalam pot. Oleh karena itu pecahan batu bata atau genting diletakan di dasar pot yang pengisiannya mencapai 1/3 dari ketinggian pot, tergantung dari tingkatan kelembapan yang dibutuhkan tanaman hias/anggrek. Rongga udara yang tercipta dari susunan genteng ataupun pecahan bata yang tidak teratur akan memberi kebebasan akar untuk tumbuh dan berkembang secara leluasa ke segala arah. Rongga yang ada juga dijadikan sebagai jalan masuk oksigen yang diperlukan akar tanaman hias/anggrek untuk proses pernafasan dan mampu menurunkan tingkat kelembaban. Pecahan batu bata mempunyai kemampuan menyerap air lebih besar dibandingkan dengan pecahan genting.

Kerikil; apabila menggunakan kerikil sebagai media tanam juga hampir sama dengan pasir. Hal ini dikarenakan bahwa kerikil mempunyai pori-pori makro yang lebih banyak daripada pasir. Penggunaan media kerikil dapat membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar,tetapi kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering sehingga perlu penyiraman yang rutin. Pada saat ini banyak dijumpai kerikil sintesis. Sifat kerikil sintesis cenderung menyerupai batu apung, yakni memiliki rongga-rongga udara sehingga memiliki bobot yang ringan.

Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam menyerap air. Selain itu, sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara dalam media tanam.