Tanda-Tanda Kerusakan Tanaman

Kerusakan Tanaman

Kerusakan merupakan suatu kondisi yang tidak normal. Kerusakan pada tanaman merupakan suatu kegagalan didalam suatu usaha tanaman hias. Kerusakan dapat diketahui jika mengenal akan tanda-tanda kerusakan yang dapat dilihat secara fisik atau mata telanjang maupun dengan bantuan alat. Dengan mengenal dan memahami kondisi tanaman maka akan diketahui adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada tanaman, akibat faktor-faktor ekstern/pendukung pertumbuhan tanaman. Faktor ekstern seperti faktor cahaya, suhu dan kelembaban merupakan faktor iklim/faktor abiotik lainnya yang ikut mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Dalam kondisi yang normal sesuai dengan kebutuhan tanaman dapat membantu optimalisasi proses pertumbuhan tanaman.

Cara Mengenali Kerusakan pada Tanaman

Kerusakan tanaman dapat dikenali dengan mendiagnosis penyebab kerusakan yang disebabkan oleh berbagai pengganggu tanaman baik berupa faktor abiotik dan biotik. Gejala kerusakan tanaman merupakan gangguan apa yang ditimbulkan oleh banyak faktor seperti iklim/lingkungan, hama ataupun penyakit tanaman.

Untuk mengetahui hal tersebut maka dapat dilakukan melalui/dengan berbekal pengetahuan tentang bagaimana kondisi tanaman yang rusak atau mengalami gangguan oleh faktor lingkungan seperti kurangnya ketersedian air, cahaya dan suhu yang tidak sesuai yang merupakan bentuk-bentuk kerusakan pada tanaman yang merupakan sebab faktor abiotik dan sebagai faktor biotik yaitu merupakan gangguan dari suatu hama atau penyakit tanaman yang biasanya ditunjukkan juga dengan kerusakan tanaman yang disertai dengan adanya kotoran yang ditinggalkan oleh organisme pengganggu tanaman yang bersangkutan.

Baca Juga :  Resep Masakan Puasa Hari 18, Ramadhan 1442 H

Mendiagnosis kerusakan tanaman merupakan proses yang sangat penting karena akan menentukan keberhasilan suatu pengelolaan terhadap kerusakan tanaman akibat gangguan faktor abiotik maupun biotik . Kegagalan suatu diagnosis akan menyebabkan kegagalan dalam tahap pengendalian terhadap penyebab kerusakan tanaman baik penyebab kerusakan abiotic maupun biotik/organisme pengganggu tanaman.

Ketepatan Mendiagnosis

Diagnosis yang baik haruslah memiliki keefektivitasan tinggi dan harus cepat. Jika terjadi keterlambatan hasil diagnosis akibat berbagai hal maka tanaman tidak dapat diselamatkan karena bentuk-bentuk gangguan yang terjadi seperti faktor abiotik dan biotik; hama dan penyakit yang kesemuanya sudah terlanjur berkembang dengan pesat/berakibat parah. Selain efektif dan cepat diagnosis juga haruslah murah artinya tidak memerlukan biaya yang banyak karena secara umum biaya diagnosis yang mahal tidak mudah terjangkau, khususnya pada usaha kecil dan tingkat hobis.

Gangguan Kerusakan Tanaman

Gangguan kerusakan pada tanaman merupakan suatu proses interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi. Hasil dari proses interaksi tersebut dapat dilihat dengan adanya kerusakan pada tanaman, karena masing-masing faktor penyebab kerusakan tanaman dapat menunjukkan karakter kerusakan tanaman berbeda tetapi sebagian ada pula yang terlihat hampir sama gejalanya, walaupun penyebabnya berbeda.

Baca Juga :  Ucapan Hari Buruh 2021, Dari May Day Quotes Para Tokoh Dunia

Sebagai contoh tanaman yang kekurangan air dan terserang penyakit layu akan menunjukkan perubahan fisik yang terlihat sama yaitu layu. Tanaman yang kekurangan air, cahaya, dan seranga penyakit juga dapat terlihat berwana kuning meskipun penyebabnya tidak sama.

Dengan demikian kerusakan tanaman yang disebabkan faktor tanaman yang tergganggu organisme pengganggu tanaman (OPT) juga sering menunjukkan ciri kerusakan tertentu pula. Berbagai jenis hama tanaman tidak hanya memakan bagian tubuh tanaman saja tetapi juga mengeluarkan zat atau substansi tertentu yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Ada juga beberapa jenis hama lain yang akan meninggalkan bekas aktivitasnya yang khas.

Gejala kerusakan akibat penyakit bisa dilihat/dikenali dengan mata telanjang dari gejala atau simptomnya. Penyakit tumbuhan yang ada di alam yang belum ada campur tangan manusia adalah hasil interaksi antara patogen, inang dan lingkungan. Sedangkan penyakit tanaman yang terjadi setelah adanya campur tangan manusia adalah hasil interaksi antara patogen, inang, lingan dan manusia.

Banyak macam patogen tumbuhan dan tidak sedikit yang mempunyai arti penting yang merugikan secara ekonomi. Setiap jenis tanaman dapat diserang oleh berbagai macam patogen tumbuhan, satu macam pathogen dapat menyerang tanaman yang banyak. Perlu pula diketahui bahwa pathogen tumbuhan tertentu dapat menyerang satu macam organ tanaman dan ada juga yang dapat menyerang berbagai macam organ tanaman. Sebagai akibat reaksi/serangan tersebut maka akan tampak terjadi suatu kerusakan tertentu pada tanaman. Pada perkembangan selanjutnya bagian patogen atau patogen tersebut akan menampakkan diri pada permukaan tanaman inang yang abnormal. Abnormalitas atau perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman yang sakit akibat adanya serangan agensia penyakit-penyakit (patogen) tersebut disebut dengan gejala sedangkan pengenal yang ditunjukkan oleh selain reaksi tanaman inang disebut tanda.

Baca Juga :  Cara memilih perusahaan sekuritas terpercaya yang ada di Indonesia

Contoh tanda penyakit: miselium jamur, spora atau konidia jamur, badan buah jamur, mildew, sklerosium, koloni bakteri yang berupa lendir dan lain-lainnya. Parasit penyebab kerusakan pada tanaman pada umumnya membentuk bagian vegetatif di dalam jaringan tanaman sehingga tidak tampak dari luar. Dengan demikian akan membentuk bagian reproduktif pada permukaan tanaman yang diserangnya atau hanya sebagian tampak pada permukaannya. Selain itu sering juga terjadi pembentukan propagul dalam bentuk istirahat pada permukaan tanaman. Pada beberapa kasus hampir seluruh bagian dari parasite termasuk propagul vegetatif dan generative terdapat pada bagian luar tanaman sehingga dapat jelas dilihat.

Baca Juga :