Fungsi Pengairan pada Tanaman

Fungsi Pengairan pada Tanaman – Tanaman yang dapat hidup segar tentunya tidak terlepas dari peran air, karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan tanaman. Air merupakan faktor terpenting dalam kehidupan suatu tanaman, tanpa air proses kehidupan tidak akan pernah ada. Dan memang itulah salah satu Fungsi Pengairan pada Tanaman, agar tanaman dapat tetap hidup.

Penyiraman tanaman dengan air bertujuan untuk menjaga agar tanaman tetap dapat tumbuh segar dan terjaga kelembabannya. Penyiraman atau pengairan merupakan metode untuk menciptakan kondisi tanah yang lebih gembur, keunggulan tanah gembur adalah lebih menerima dan menyerap unsur hara dalam tanah.

Pengairan mempunyai arti sebagai :

  • Mengalirkan dan membagi air secara teratur kepada tanaman yang disebut dengan irigasi
  • Membuang air yang berlebihan yang disebut dengan drainase

Kehidupan tanaman hias pot sangat tergantung pada penyiraman. Oleh karena itu dalam melakukan penyiraman juga harus difahami tentang air sendiri dan untuk apa penyiraman tanaman harus dilakukan dengan air. Sejauh mana kepentingan air bagi tanaman, dapat diuraikan sebagai berikut :

Fungsi air bagi tanaman

Fungsi air bagi tanaman yaitu :

  • Sebagai bahan komponen proses fotosintesis tanaman
  • Sebagai bahan penyusun jaringan tanaman yang merupakan bagian dari tanaman.
  • Sebagai bahan pelarut unsur-unsur hara di dalam tanah
  • Sebagai bahan pengangkut unsur hara dari akar ke daun dan mengangkat gula (pati) dari daun ke bagian tanaman.
  • Untuk pemakaian konsumtif ( Evapotranspirasi )
  • Sebagai pengatur tegangan sel (turgor)/memperbesar ketegapan/ kekokohan tanaman.
Baca Juga :  10 Inspirasi Tema Perayaan Hari Kartini 2021

Air penyiraman merupakan faktor yang mempunyai perananan penting dalam kegiatan budidaya sehingga sangat bermanfaat/berguna bagi tanaman. Kegunaan air penyiraman dalam pengairan tanaman hias pot dan potong untuk :

  • Menambah air dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman
  • Mencegah tanaman menderita kekeringan
  • Mengatur temperatur dalam tanah sehingga sesuai dengan keperluan tanaman.
  • Membilas garam-garam dan zat racun yang berbahaya dalam tanah
  • Meninggikan tanah ( Humoltase )
  • Mengendalikan gulma/rumput
  • Melunakkan lapisan tanah atas
  • Meratakan permukaan tanah (levelling)
  • Sebagai pelarut unsur hara. ( Widi Agustin, 1997 )

Baca Juga :

Jenis-jenis air yang baik bagi tanaman

Untuk mendapatkan air yang baik maka harus mengetahui asal/sumber air yang dapat dipakai untuk menyiram tanaman hias sehingga dapat diketahui juga kualitasnya.

Adapun sumber air untuk pengairan/penyiraman dapat diperoleh dari :

  • Air hujan yaitu air yang langsung dari atmosfer dan merupakan sumber air utama di daerah pertanian
  • Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpahan, berakumulasi sementara ditempat rendah, misalnya waduk, danau, rawa.
  • Air tanah yaitu air hujan yang mengendap sementar atau terkekang di lapisan bawah tanah. Misalnya sumur, ladang, sumur artesis/Bor.

Walaupun Fungsi Pengairan pada Tanaman sangat penting, Namun Anda tidak boleh sembarangan menggunakan air untuk penyiraman, sebab ada air yang membawa bibit penyakit sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup tanaman. Seperti air sungai, selain mengandung/ membawa bibit penyakit, kemungkinan air sungai juga sudah tercemar sehingga mengandung logam berat yang berbahaya untuk pertumbuhan tanaman hias.

Air yang baik untuk meyiraman tanaman hias harus mengandung unsur-unsur yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman sehingga harus dikenal berdasarkan sifatnya. Kandungan apa saja yang ada dalam air perlu mendapatkan perhatian berkaitan dengan layak tidaknya air tersebut digunakan untuk pengairan tanaman hias.

Baca Juga :  Faktor Lingkungan yang Menyebabkan Kerusakan Tanaman

Sifat air penyiraman yang baik untuk penyiraman

Air penyiraman yang baik mempunyai sifat:

a. Sifat Kimia

Berdasarkan sifat kimianya maka air yang baik untuk penyiraman tanaman hias adalah:

  • Mengandung unsur yang menguntungkan terutama N,P,K dan unsur mikro lainnya.
  • Tidak mengandung zat-zat yang dapat meracuni tanaman, misalnya garam alkali, Na, Cl, SO4.
  • Derajad keasaman ( PH ) netral.

b. Sifat Waled/lumpur

Waled yang berguna untuk tanaman adalah waled yang berasal dari daerah-daerah yang telah masak (subur) dan dari daerah-daerah gunung berapi. Sedangkan waled yang merugikan adalah waled yang berasal dari aliran air yang tercemar (banyak mengandung unsur-unsur kimia berbahaya)

Baca Juga :

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian air bagi tanaman

Fungsi pengairan pada tanaman memang tidak bisa di abaikan begitu saja. Namun perlu juga diperhatikan faktor yang mempengaruhi dalam pemberiannya. Pemberian air bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdiri dari :

a. Faktor Intern

Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri. Faktor intern yang dapat mempengaruhi dalam pemberian air pada tanaman meliputi :

1) Jenis Tanaman

Tanaman untuk tumbuh dan berkembang masing-masing membutuhkan air yang berbeda-beda. Ada tanaman yang membutuhkan air banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan ada pula tanaman yang hanya sedikit membutuhkan air, seperti kaktus. Hal ini dikarenakan tanaman tersebut mampu menyimpan air dalam tubuhnya, disamping itu mulut daun membuka pada malam hari sehingga transpirasi yang terjadi dapat dicegah hingga menjadi sekecil mungkin. Secara umum tanaman untuk hidupnya membutuhkan air yang cukup banyak.

Baca Juga :  Jenis dan Karakteristik Bahan Media Tanam

2) Cara budidaya tanaman

Pada tanaman hias pot membutuhkan air yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman hias potong. Hal ini disebabkan tanaman hias pot medianya terbatas sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman juga terbatas. Tanaman hias pot memerlukan penyiraman yang lebih sering dibandingkan dengan tanaman hias potong yang ditanam di lahan/bedengan. Sebagai tanaman hias potong/bedeng yang mampu menyimpan air lebih banyak, maka tanaman tersebut sanggup bertahan lebih lama untuk menggunakan airnya, karena kebutuhan airnya masih tersedia dibandingkan tanaman hias pot. Oleh karena itu tanaman hias potong/bedeng tidak memerlukan penyiraman sesering seperti pada tanaman hias pot.

b. Faktor ekstern

Faktor ekstern yaitu faktor dari tanah dan iklim. Faktor ekstern meliputi:

1) Jenis tanah

Faktor yang berpengaruh pada kemampuan tanah dalam peresapan air ke dalam tanah. Semakin ringan atau porous suatu jenis tanah maka makin banyak membutuhkan air dibandingkan dengan tanah berat.

2) Topografi

Letak dan kemiringan tanah akan mempengaruhi kebutuhan air, lahan yang miring akan membutuhkan air lebih banyak dibandingkan dengan tanah yang datar karena tanah miring berjalannya air akan lebih cepat.

3) Iklim

Panas terik dan angin kencang akan mendorong tingginya penguapan pada musim kemarau dan tidak turun hujan akan membutuhkan banyak air untuk pertumbuhan tanaman sehingga air yang diberikan pada tanaman harus dalam jumlah yang banyak.