Jawaban Menangkap Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel

Jawaban Menangkap Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel

Jawaban Menangkap Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel – Halo sobat, dalam artikel kali ini akan disajikan informasi mengenai jawaban menangkap maksud pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018.

Pembahasan kali ini, sobat akan mengamati novel berjudul Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Kemudian tulis data yang sobat dapat dari artikel tersebut. Untuk menambah pemahaman sobat terhadap materi tersebut, sobat dapat menyimak ulasan berikut ini.

Jawaban Menangkap Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel Halaman 116

Kegiatan 1

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 1.8 halaman 14 Hukum Bacaan Tajwid dalam Q.S. at-Taubah/9: 105 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Kelas 10 Kurikulum Merdeka

Menangkap Maksud Pengarang terhadap Kehidupan dalam Novel

Untuk melatih pemahamanmu tentang novel dalam kaitannya dengan maksud pengarang, kamu diminta untuk mencatat informasi latar sosial budaya dalam kutipan novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk yang telah dipelajari sebelumnya. Berikut ini akan disajikan sebuah artikel tentang ”Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk” untuk memudahkan kamu dalam mencari keterkaitan pengarang di kehidupan yang terjadi dalam novel. Sebelum mengerjakan latihan pada kegiatan ini, sebaiknya kamu perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Bacalah kembali kutipan novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.

2. Bacalah artikel tentang ”Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk” berikut ini, untuk memudahkanmu memperoleh data latar sosial budaya yang terdapat dalam novel kaitannya dengan pengarang.

Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Ahmad Tohari yang lahir pada tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ahmad Tohari lahir dari keluarga santri, Ayahnya seorang kiyai dan ibunya pedagang kain. Dalam Ensiklopedia Sastrawan Indonesia Modern disebutkan ia lahir dari keluarga yang tidak kekurangan namun lingkungan masyarakat di sekitar mengalami kelaparan.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Aktivitas 12 halaman 95 Pembagian Kerja dan Kepercayaan Pada Masa Bercocok Tanam IPS SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Srintil, seorang penari ronggeng, dan Rasus, teman sejak kecil Srintil yang berprofesi sebagai tentara. Ronggeng Dukuh Paruk mengangkat latar Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan. Latar waktu yang diangkat dalam novel ini adalah tahun 1960-an yang penuh gejolak politik.

Pada penerbitan pertama, novel ini terdiri atas tiga buku (trilogi), yaitu Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Novel ini telah diadaptasi ke dalam film Darah dan Mahkota Ronggeng (1983) dan Sang Penari (2011). Pada 2014, Ronggeng Dukuh Paruk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan suara Butet Kartaredjasa.

Baca Juga :  Apa yang Dimaksud Metode Penyimpanan data Antrean (queue)?

Tugas

Setelah kalian membaca teks, tulislah data yang kamu peroleh dari artikel ”Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk” pada kolom berikut ini!

Jawaban    :

NoData yang diperoleh
1.Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang ditulis oleh penulis Indonesia asal Banyumas.
2.Penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah Ahmad Tohari.
3.Ahmad Tohari ari keluarga santri, Ayahnya seorang kiyai dan ibunya pedagang kain.
4.Novel Ronggeng Dukuh Paruk bercerita tentang kisah cinta antara Srintil dan Rasus.
5.Novel Ronggeng Dukuh Paruk mengangkat latar Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan.

Kesimpulan

Nah sobat, demikianlah pembahasan selengkapnya mengenai jawaban menangkap maksud pengarang terhadap kehidupan dalam novel berjudul Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK KELAS XII Edisi Revisi 2018. Semoga bermanfaat !

Disclaimer : Pembahasan soal di atas merupakan panduan untuk belajar, jawaban tidak mutlak dan bersifat terbuka sehingga masih dapat dikembangkan.

Baca Juga :